Bulog Ponorogo Punya Stok Beras 89 Ribu Ton, Ini Rinciannya
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Kepala Perum Bulog Kancab Ponorogo Budiwan Susanto. (Foto: Fajar/Gardajatim.com) |
Kepala Perum Bulog Kancab Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Menurut dia, kondisi stok dan serapan beras saat ini masih aman.
Untuk wilayah kerja Bulog Kancab Ponorogo, target serapan ditetapkan sebesar 79 ribu ton. Target tersebut telah terpenuhi sejak awal September 2026.
"Target kita 79 ribu ton sudah terpenuhi sejak awal September," kata Budiwan saat dikonfirnasi, Jumat, 25 September 2026.
Menurut dia, capaian tersebut diperoleh melalui optimalisasi penyerapan bersama petani sejak awal musim panen raya.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pengadaan gabah atau setara beras sebanyak 4 juta ton pada 2026. Target tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.
Budiwan menjelaskan, stok yang tersedia di wilayah Ponorogo, Magetan, dan Pacitan tidak seluruhnya harus digunakan untuk kebutuhan lokal.
Bulog menerapkan sistem pergerakan stok antardaerah sesuai kebutuhan nasional.
Jika sejumlah wilayah mengalami penurunan produksi akibat musim kemarau, stok dari daerah yang persediaannya mencukupi dapat digeser untuk memenuhi kebutuhan wilayah lain.
"Jadi tidak semua stok ini untuk kebutuhan Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Kalau ada daerah yang membutuhkan, stok bisa digeser sesuai koordinasi kantor pusat," jelasnya.
Wilayah yang berpotensi membutuhkan pasokan antara lain Indonesia Timur, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku.
Saat ini Bulog Kancab Ponorogo mengelola lima gudang penyimpanan, dengan tiga gudang berada di Kabupaten Ponorogo.
Selain itu, Bulog juga memiliki fasilitas Sentra Penggilingan Padi di Magetan yang memproduksi beras komersial premium.
Dalam penyerapan gabah, Bulog membeli Gabah Kering Panen (GKP) dari petani sesuai ketentuan pemerintah.
Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Ketentuan tersebut menjadi bagian dari kebijakan pengadaan gabah dan penguatan stok beras pemerintah pada 2026.
Budiwan mengatakan, harga gabah di tingkat petani terkadang berada di atas harga pembelian Bulog.
Menurut dia, kondisi tersebut merupakan hak petani untuk memperoleh keuntungan lebih ketika harga di pasar bebas berada di atas harga pembelian Bulog.
"Kalau harga di petani lebih tinggi dari harga Bulog, itu hak petani untuk mendapatkan keuntungan lebih," ujarnya.
Selain menjaga stok dan melakukan penyerapan gabah, Bulog Kancab Ponorogo juga menangani penyaluran bantuan pangan beras.
Beberapa waktu lalu, bantuan tersebut diberikan sekaligus untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.
Total bantuan yang disalurkan dalam skema tersebut mencapai 30 kilogram per penerima manfaat.
Budiwan menjelaskan, penyaluran sekaligus atau rapel tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang disebut bertujuan menekan angka inflasi.
Dalam pelaksanaannya, Bulog berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah kecamatan, hingga TNI melalui Babinsa.
Setiap penyaluran, kata dia, dilakukan berdasarkan data penerima. Proses tersebut juga dilengkapi bukti foto penerima dan tanda tangan serah terima.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan beras diterima masyarakat yang berhak. (Fjr)
Sebelumnya
...
