-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Disiplin Jadi Bekal Masa Depan, SMK PGRI 2 Ponorogo Kukuhkan 60 Taruna-Taruni

Usai pembaretan, Taruna-Taruni SMK PGRI 2 Ponorogo mencium Bendera Merah Putih sebagai bagian dari prosesi pelantikan. (Foto: Fajar/Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Sebanyak 60 siswa resmi dikukuhkan sebagai Taruna-Taruni Angkatan ke-13 SMK PGRI 2 Ponorogo dan SMK YKP, Sabtu, 12 September 2026.

Mereka terpilih setelah melewati proses seleksi ketat dari 260 pendaftar.

Pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Danramil Babadan, Kapten Inf Nurhadi.

Prosesi tersebut menandai dimulainya peran para Taruna-Taruni sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan di lingkungan sekolah.

Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo Agus Salim mengatakan, program Taruna-Taruni tidak sekadar mengajarkan baris-berbaris.

Para siswa dipersiapkan melalui pendidikan kedisiplinan, kecerdasan, hingga pembentukan karakter.

“Taruna-Taruni di SMK PGRI 2 Ponorogo itu adalah penegak kedisiplinan di SMK PGRI 2 Ponorogo,” ujar Agus.

Tingginya minat siswa terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 260 orang. Namun, sekolah hanya menerima 60 siswa untuk mengikuti program Taruna-Taruni.

“Untuk sistem perekrutannya itu sangat luar biasa dan sangat ketat. Dari 260 yang daftar, itu 60 yang diterima,” kata Agus.
Pembaretan oleh Agus Salim dan Danramil Babadan.
Setelah dinyatakan lolos, para siswa menjalani pendidikan dan pelatihan selama 11 hari. Lima hari di antaranya dilakukan dengan sistem karantina.

Selama lima hari tersebut, para siswa berada penuh di sekolah dan tidak pulang. Pendidikan dan pelatihan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Koramil Babadan.

Agus menegaskan materi pendidikan tidak hanya berfokus pada Peraturan Baris-Berbaris (PBB).

“Bukan hanya pelatihan PBB saja, tetapi mereka, 60 anak itu, dididik dari kedisiplinan, kemudian kecerdasan, nanti menjadi karakter yang lebih unggul,” jelasnya.

Menurut Agus, para siswa memang disiapkan untuk memiliki tingkat kedisiplinan tinggi selama berada di lingkungan SMK PGRI 2 Ponorogo.

Meskipun jumlah peminat cukup banyak, sekolah memastikan kuota Taruna-Taruni tetap 60 siswa.

Agus mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan formasi dan pola pembinaan yang telah ditetapkan.

“Untuk anggota Taruna-Taruni ke depan tetap 60. Iya, tetap 60. Karena kalau kita tambah nanti beda, beda formasinya,” ungkap Agus.
Penampilan Drum Band Taruna Sterida (SMK PGRI 2 Ponorogo).
Dalam pelantikan tersebut, sekolah juga menghadirkan wali siswa. Kehadiran para wali menjadi bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan mereka selama proses pendidikan Taruna-Taruni.

“Untuk Taruna menghadirkan wali bentuk apresiasi kita dan bentuk ucapan terima kasih kita kepada wali siswa Taruna-Taruni karena support-nya selama ini,” katanya.

Program Taruna-Taruni diharapkan tidak hanya berdampak pada kedisiplinan siswa selama berada di sekolah, tetapi juga menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Agus menyebut sejumlah alumni Taruna SMK PGRI 2 Ponorogo telah diterima di TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Kepolisian, hingga perusahaan-perusahaan besar.

“Karena Taruna-Taruni itu, karakternya atau jiwanya sudah mapan dengan tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia berharap para Taruna-Taruni Angkatan ke-13 mampu memanfaatkan proses pendidikan yang telah mereka jalani untuk membangun karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.
Sebanyak 60 siswa Taruna-Taruni mengikuti upacara prosesi pelantikan.
Agus juga memberikan pesan kepada para Taruna-Taruni agar tidak takut menghadapi proses pendidikan yang membutuhkan kerja keras dan ketahanan diri.

“Untuk hari ini, menangislah bermandikan keringat daripada esok menangis bermandikan air mata,” pesannya.

Rangkaian pelantikan Angkatan ke-13 turut dimeriahkan penampilan drumband dari Sterida.

Agus menjelaskan seluruh pemain dalam penampilan tersebut merupakan siswa Taruna. Mereka tampil setelah mengikuti rangkaian prosesi pelantikan.

“Setelah mereka berkolaborasi di depan tadi, kemudian mundur, langsung mengangkat drumband, langsung main. Full anak Taruna,” jelas Agus.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara sekaligus menunjukkan kekompakan para Taruna-Taruni di luar kegiatan pembinaan kedisiplinan.

Dengan dikukuhkannya 60 Taruna-Taruni Angkatan ke-13, SMK PGRI 2 Ponorogo melanjutkan program pembinaan yang menempatkan kedisiplinan dan karakter sebagai bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi jenjang pendidikan maupun dunia kerja. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar