-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Dugaan Ulat di MBG MI Ma’arif Mayak, Satgas Segera Panggil Korwil dan Kepala SPPG

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa MI Ma’arif Mayak, Kelurahan Tonatan, Ponorogo, Rabu, 16 September 2026. (Foto: Tangkapan layar video tiktok SPPG Tonatan)
GARDAJATIM.COM: Satgas MBG Kabupaten Ponorogo akan memanggil Koordinator Wilayah (Korwil) MBG dan Kepala SPPG Tonatan untuk meminta klarifikasi terkait dugaan adanya ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Ma’arif Mayak, Kelurahan Tonatan.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto mengatakan, informasi tersebut telah dibahas dalam internal tim.

“Inggih mas tadi sudah dibahas di TIM. Akan memanggil KORWIL MBG dan Ka SPPG-nya,” ujar Luhur, saat dikonfirmasi, Kamis, 17 September 2026.

Luhur mengatakan, jadwal pemanggilan belum ditentukan. Namun, pemanggilan akan dilakukan secepatnya.

“Masih belum terjadwal mas, yang pasti secepatnya,” katanya.

Langkah Satgas tersebut dilakukan setelah muncul informasi dugaan temuan ulat dalam makanan MBG yang dibagikan kepada siswa MI Ma’arif Mayak pada Rabu (16/9/2026).

Hal tersebut dibenarkan salah satu guru MI Maarif Mayak ketika dikonfirmasi pada Kamis, 17 September 2026.

Guru tersebut mengatakan beberapa siswa menyampaikan keluhan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

"Beberapa siswa mengeluh ada ulat di sayur brokoli dan wortel yang sudah mati," kata guru tersebut.

Menurut keterangan guru tersebut, sedikitnya tiga ompreng di kelas yang diampunya diduga terdapat ulat. Temuan disebut berada pada sayuran.

Sementara itu, Lurah Tonatan, Agus Subagyo mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan kedua belah pihak, yakni Kepala MI Ma’arif Mayak dan pihak SPPG Tonatan di bawah Yayasan Azmania.

Menurut Agus, dalam pertemuan tersebut pihak SPPG menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah terkait kejadian yang disampaikan tersebut.

“Intinya pihak SPPG meminta maaf kepada pihak sekolah atas kejadian tersebut,” kata Agus.

Agus mengatakan pihak sekolah juga menyampaikan permintaan agar kejadian serupa tidak terulang.

Salah satunya dengan meminta SPPG menghindari penggunaan sayuran yang berpotensi terdapat ulat sayur.

“Harapannya dari pihak sekolah, ke depan sayuran yang berpotensi ada ulat sayurnya bisa dihindari,” ujarnya.

Agus juga berharap situasi di wilayah Tonatan tetap kondusif setelah adanya persoalan tersebut. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar