Gemilang di Manahan, Atlet PSHT Ponorogo Sabet 14 Medali
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Atlet PSHT Cabang Kabupaten Ponorogo berfoto bersama usai meraih 14 medali dalam Open Tournament Piala Panglima TNI 2026. (Foto: Istimewa) |
Tampil di Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 di Manahan, Surakarta, 15 atlet asal Ponorogo berhasil membawa pulang 14 medali.
Capaian tersebut terdiri dari enam medali emas, empat perak, dan empat perunggu. Prestasi ini diraih melalui dua skema pengiriman atlet yang sama-sama memperkuat kontingen SH Terate Pusat Madiun.
Sebanyak 10 atlet yang diberangkatkan melalui pemusatan di Cabang Kabupaten Ponorogo berhasil menyumbangkan sembilan medali.
Rinciannya, dua emas, tiga perak, dan empat perunggu.
Dua emas masing-masing diraih Dirga Hermanda Wijaya dari Ranting Jenangan di kelas C Putra Remaja serta Gilang Wahyu Adi Prasetyo dari Ranting Balong di kelas C Putra Remaja.
Tiga medali perak dipersembahkan Asrofi Abdul Aziz dari Ranting Balong di kelas C Putra Remaja, Arvian Bagus Pratama dari Ranting Bungkal di kelas G Putra Remaja, serta Mar’atul Jamilah dari Komariat Pemkab di kelas A Putri Remaja.
Sementara empat medali perunggu diraih Bangkit Mandiri Pribadi dari Ranting Balong di kelas A Putra Remaja, Nabillah Nazwa Putri dari Komariat PPMH Pasarpon di kelas B Putri Remaja, Selvia Istiasari dari Komariat PPMH Pasarpon di kelas C Putri Remaja, serta Rosy Arya Pradana dari Ranting Kauman di kelas H Putra Dewasa.
Satu atlet lainnya, Sanny Facrhu Riandi dari Komariat PPMH Pasarpon yang turun di kelas Under A Putra Dewasa, juga telah berjuang maksimal di arena pertandingan.
Prestasi Ponorogo semakin lengkap lewat lima atlet yang ikut memperkuat langsung kontingen SH Terate Pusat Madiun.
Kelima atlet tersebut tampil impresif dengan menyumbangkan empat emas dan satu perak.
Empat emas diraih Ayla Aditya Putri Atmaja dari Ranting Kota pada kategori Tunggal Bebas Putri, Nabilah Faiq Ihwal Muttaqin dari Ranting Bungkal di kelas C Putra Remaja, Roro Pathirtan Kusworo dari Ranting Jenangan di kelas D Putri Remaja, serta Alif Tajul Mulk dari Ranting Jenangan pada kategori Tunggal Bebas Putra Remaja.
Satu medali perak lainnya dipersembahkan Andika Rianto dari Ranting Jenangan yang turun di kelas D Putra Dewasa.
Jika digabungkan, 15 atlet asal Ponorogo tersebut berhasil mengoleksi total 14 medali dalam ajang Piala Panglima TNI 2026.
Ketua Cabang Kabupaten Ponorogo, Kangmas Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian para atlet.
Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kedisiplinan latihan, soliditas organisasi, dan pembinaan yang berjalan di berbagai tingkatan mampu menghasilkan prestasi di tingkat nasional.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kedisiplinan latihan, soliditas organisasi, serta pembinaan yang berjalan dengan sangat baik di setiap tingkatan. Keberhasilan membawa pulang berbagai medali ini harus menjadi momentum kebersamaan untuk terus memajukan prestasi pencak silat di Ponorogo dan membuktikan kualitas ksatria daerah di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Aji Bangkit Pamungkas, mantan atlet peraih medali emas Asian Games yang kini menjadi salah satu pelatih atlet Cabang Kabupaten Ponorogo, turut memberikan evaluasi.
Ia menyebut sembilan medali yang diraih atlet melalui kontingen cabang merupakan hasil dari kerja keras dan persiapan maksimal.
“Alhamdulillah, atlet SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo berhasil menyumbang prestasi terbaiknya dengan membawa pulang sembilan medali. Hasil ini merupakan buah dari kerja keras yang sudah diusahakan secara maksimal. Walaupun belum banyak menyumbang medali emas, namun sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya di gelanggang,” katanya.
Aji menegaskan, kejuaraan di Surakarta bukan sekadar mengejar medali. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.
“Banyak pelajaran dan evaluasi yang harus kami benahi lagi,” ujarnya.
Ia berharap Piala Panglima TNI 2026 menjadi batu loncatan bagi para atlet menuju kompetisi yang lebih besar, khususnya POPDA dan PORPROV tahun depan.
“Semoga kejuaraan ini menjadi batu loncatan yang tepat menuju event utama yang lebih besar yaitu POPDA dan PORPROV tahun depan, sehingga atlet-atlet binaan SH Terate Cabang Kabupaten Ponorogo mampu memberikan kontribusi terbaik dan yang maksimal untuk Kabupaten Ponorogo di event-event besar Jawa Timur,” pungkasnya.
Prestasi tersebut tidak lepas dari pola pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan PSHT Cabang Kabupaten Ponorogo.
Penggalian bibit atlet dilakukan sejak usia dini dengan melibatkan berbagai unsur organisasi, mulai dari ranting, komisariat hingga rayon.
Sinergi di tingkat akar rumput menjadi bagian penting untuk memantau, menyaring, dan mengembangkan siswa yang memiliki potensi di bidang pencak silat.
Dengan dukungan pelatih dan pengurus cabang, proses regenerasi diharapkan terus berjalan sehingga semakin banyak atlet muda Ponorogo yang siap bersaing di level regional maupun nasional.
Capaian 14 medali di Manahan menjadi salah satu modal penting untuk menatap agenda olahraga prestasi berikutnya.
Bagi para atlet, gelanggang Surakarta bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju target yang lebih besar. (Hms/Red)
Sebelumnya
...


