Ir. Nyoto Wiyono ke Bursa Wabup Ponorogo: Siap Jawab Persoalan dengan Pengalaman Birokrasi
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Ir. H. Nyoto Wiyono, M.S., Calon Wakil Bupati Ponorogo. (Foto: Fajar/Gardajatim.com) |
Niat maju mendampingi Hj. Lisdyarita, S.H. disebut bukan sekadar untuk mengejar keuntungan pribadi. Nyoto menyebut langkah tersebut berangkat dari panggilan jiwa untuk kembali mengabdi kepada Ponorogo.
“Ini bukan sekadar mencoba-coba atau mencari keuntungan pribadi. Ada panggilan jiwa untuk mengabdi,” kata Nyoto, saat ditemui di kediamannya, Selasa, 8 September 2026.
Pengalaman panjang di pemerintahan menjadi modal yang ia bawa ke arena politik. Selama puluhan tahun, ia mengaku memahami tata kelola pemerintahan, administrasi, hingga koordinasi dengan berbagai instansi teknis.
Menurut Nyoto, pengalaman tersebut dibutuhkan untuk menghadapi kondisi Ponorogo yang saat ini dinilainya menghadapi berbagai persoalan, termasuk persoalan hukum.
“Pengalaman lebih dari 30 tahun di pemerintahan, termasuk pernah menjadi Kepala Bappeda, tentu memberikan pemahaman tentang bagaimana pemerintahan harus dikelola,” ujarnya.
Wakil Bupati Bukan Pengambil Keputusan Utama
Nyoto juga memberikan penekanan soal posisi wakil bupati. Menurut dia, jabatan tersebut bukan ruang untuk membangun kekuasaan sendiri.
“Wakil bupati itu pendamping dan pembantu bupati, bukan decision maker,” tegasnya.
Karena itu, jika nantinya dipercaya mendampingi Lisdyarita, Nyoto mengaku akan menempatkan soliditas dan harmoni sebagai prioritas.
Ia menilai hubungan yang tidak harmonis antara bupati dan wakil bupati justru dapat mengganggu efektivitas pemerintahan dan pencapaian target pembangunan.
“Yang paling penting adalah bagaimana bupati dan wakil bupati bisa solid, tidak ada gesekan, sehingga pemerintahan berjalan kondusif,” katanya.
Target pembangunan yang menjadi perhatian antara lain pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta peningkatan nilai tukar petani.
Komunikasi Politik Mulai Dibangun
Dari sisi politik, Nyoto menyebut komunikasi dengan sejumlah pihak sudah dilakukan. Jejaring di tingkat daerah maupun pusat terus dibangun untuk mempersiapkan langkah politik tersebut.
Dalam proses menuju bursa calon wakil bupati, Nyoto menekankan pentingnya kompetensi, pengalaman, serta rekam jejak dalam membangun kepercayaan politik.
Menurutnya, kontestasi politik semestinya menjadi ruang untuk menawarkan gagasan dan kemampuan dalam menjawab persoalan daerah.
“Ini bukan adu modal, tetapi adu kompetensi,” kata Nyoto.
Ia menilai pengalaman panjang di pemerintahan harus menjadi bekal untuk menghadirkan solusi yang konkret bagi Ponorogo.
Karena itu, komunikasi dengan berbagai unsur politik dan jaringan masyarakat terus dibangun sebagai bagian dari proses penjajakan dan penguatan dukungan.
Ia menilai rekam jejak, potensi, dan kapabilitas harus menjadi modal utama seorang kandidat.
Ring Road hingga Rekam Jejak Waduk Bendo
Untuk gagasan pembangunan, Nyoto menyebut pembangunan jalur lingkar atau ring road Ponorogo sebagai salah satu prioritas.
Menurut dia, keberadaan ring road tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas, tetapi juga dapat mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Selain membawa gagasan, Nyoto juga menonjolkan rekam jejaknya ketika masih berada dalam birokrasi.
Salah satu yang disebut adalah keberhasilannya menyelesaikan puluhan persyaratan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk proyek Waduk Bendo.
Proses tersebut sebelumnya sempat tertunda selama bertahun-tahun.
Bagi Nyoto, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan administrasi, koordinasi, serta komunikasi lintas instansi dalam mengawal sebuah proyek pembangunan.
“Pengalaman birokrasi itu harus bisa memberikan manfaat. Bukan hanya memahami aturan, tetapi bagaimana aturan itu bisa menjadi jalan untuk menyelesaikan persoalan,” katanya.
Pengalaman Panjang, Bekal untuk Mengabdi
Di luar aktivitas politik, Nyoto saat ini juga aktif sebagai dosen di Universitas Wisnuwardhana Malang.
Aktivitas tersebut melengkapi perjalanan panjangnya di pemerintahan sekaligus memperkuat perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Lebih dari tiga dekade berkecimpung di pemerintahan membuat Nyoto memahami bahwa pembangunan daerah membutuhkan pengalaman, ketepatan dalam mengambil langkah, sekaligus kemampuan membangun komunikasi dan kerja sama.
Pengalaman tersebut kini menjadi bekal yang ia tawarkan untuk Ponorogo. Jika mendapat kepercayaan untuk mendampingi Hj. Lisdyarita, S.H., Nyoto ingin menghadirkan pemerintahan yang solid, harmonis, dan fokus pada penyelesaian persoalan masyarakat.
Bagi Nyoto, niat untuk masuk dalam bursa Wakil Bupati Ponorogo bukan sekadar tentang jabatan.
Lebih dari itu, ia ingin mengabdikan pengalaman dan kompetensinya untuk ikut mendorong Ponorogo tumbuh lebih baik, baik dari sisi ekonomi, pembangunan manusia, maupun kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengalaman birokrasi, rekam jejak pembangunan, serta aktivitas akademik yang terus dijalani, Nyoto berharap dapat menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pemerintahan Ponorogo yang lebih efektif, solid, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
