Pemberdayaan Pekerja CV Mondy Garment, Tim K3 UNS Bangun Budaya Tanggap Kebakaran
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Tim PkM Mandiri Prodi Sarjana Terapan K3 Sekolah Vokasi UNS memberikan edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan kebakaran kepada pekerja CV Mondy Garment, Kabupaten Karanganyar. (Foto: Rizqy Kartika) |
Program bertema Membangun Budaya Tanggap Bencana: Pemberdayaan Pekerja untuk Meningkatkan Kesadaran dan Ketahanan terhadap Risiko Kebakaran di Tempat Kerja itu dilaksanakan Jumat (17/7/2026).
Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan pekerja dalam mencegah serta merespons kondisi darurat kebakaran di lingkungan kerja.
Para pekerja mendapatkan edukasi mengenai penyebab dan klasifikasi kebakaran, potensi bahaya kebakaran di lingkungan industri garmen, strategi pencegahan, prosedur tanggap darurat, teknik evakuasi, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Materi tersebut kemudian diperkuat melalui diskusi interaktif dan simulasi penanganan keadaan darurat.
Pekerja juga dikenalkan dengan jalur evakuasi dan titik kumpul sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.
Ketua Tim Pengabdian, Ayu Prima Kartika, S.KM., M.KKK., mengatakan budaya tanggap bencana tidak cukup dibangun hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana.
“Budaya tanggap bencana tidak dapat dibangun hanya melalui penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi aktif seluruh pekerja. Melalui kegiatan ini kami berharap pekerja memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik sehingga mampu mencegah maupun merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri diharapkan dapat terus memperkuat implementasi budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan,” ujar Ayu.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Jordan Syah Gustav, S.S.T., M.Tr.T., menjelaskan bahwa kebakaran merupakan salah satu risiko di lingkungan industri yang dapat berdampak pada kerugian material, terganggunya proses produksi, hingga keselamatan dan kesehatan pekerja.
“Pencegahan kebakaran harus dimulai dari meningkatnya kesadaran setiap individu di tempat kerja. Dengan memahami potensi bahaya, mengenali prosedur tanggap darurat, serta mampu menggunakan APAR dengan benar, pekerja dapat menjadi garda terdepan dalam meminimalkan dampak kebakaran. Upaya ini juga menjadi investasi bagi perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan,” jelas Jordan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Tim Pengabdian juga memfasilitasi penyusunan langkah-langkah kesiapsiagaan kebakaran melalui pembentukan Tim Tanggap Darurat.
Selain itu, pekerja mengikuti pengenalan jalur evakuasi dan titik kumpul serta simulasi keadaan darurat kebakaran.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pekerja menghadapi kondisi darurat secara terkoordinasi.
Pimpinan CV Mondy Garment, Sri Mulyani, mengapresiasi kegiatan yang digelar Tim PkM Mandiri Prodi Sarjana Terapan K3 Sekolah Vokasi UNS tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian dari Program Studi Sarjana Terapan K3 Sekolah Vokasi UNS atas ilmu dan pendampingan yang diberikan. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi para pekerja mengenai pentingnya pencegahan kebakaran, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja. Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif,” ungkap Sri Mulyani.
Program PkM Mandiri tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya Prodi Sarjana Terapan K3 Sekolah Vokasi UNS dalam meningkatkan kapasitas pekerja terkait keselamatan dan kesehatan kerja.
Kegiatan ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, yakni SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan, serta SDG 17 tentang kemitraan.
Penulis: Ayu Prima Kartika
Editor: Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...



