-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Peringati Hari Jantung Sedunia, RSUD dr. Darsono Pacitan Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Jantung dan Mencegah Penyakit



GARDAJATIM.COM: Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, RSUD dr. Darsono Pacitan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular, salah satunya obesitas atau kelebihan berat badan.

Edukasi kesehatan tersebut disampaikan melalui program Media Info Sehat (Medis) yang menghadirkan sesi tanya-jawab antara dr. Safrillia Syifa Dwi Agnia, dokter umum RSUD dr. Darsono Pacitan, dengan dr. Setyo Utomo, Sp.JP, FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di rumah sakit setempat.

Dalam sesi tersebut, keduanya membahas sejumlah pertanyaan seputar kesehatan jantung, termasuk hubungan antara berat badan berlebih dan risiko terjadinya penyakit jantung.

Salah satu pertanyaan yang diangkat berkaitan dengan anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa seseorang dengan tubuh gemuk tetap bisa dikatakan sehat selama tidak mengalami keluhan kesehatan.

"Sebenarnya mitos atau fakta ya, Dok, pernyataan yang mengatakan enggak apa-apa gemuk, yang penting sehat?" tanya dr. Syifa kepada dr. Setyo.

Menanggapi pertanyaan tersebut, dr. Setyo menjelaskan bahwa anggapan tersebut kurang tepat. 

Menurutnya, kelebihan berat badan, terutama jika sudah masuk kategori obesitas, merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

"Pernyataan itu kurang tepat, karena gemuk itu kalau di dalam kedokteran ada yang dinamakan obesitas. Obesitas itu bisa diukur dari lingkar perut, lingkar lengan, dan itu berbahaya sekali," jelasnya.

dr. Setyo Utomo, Sp.JP, FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RSUD dr. Darsono Pacitan.

Lebih lanjut, dr. Setyo menerangkan bahwa obesitas merupakan kondisi ketika terjadi penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan ketidakseimbangan antara energi yang masuk melalui makanan dan minuman dengan energi yang digunakan tubuh untuk beraktivitas.

Penumpukan lemak berlebih, khususnya di area perut, perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolisme yang berpengaruh terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Menurutnya, obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit penyerta, seperti diabetes melitus atau kencing manis, kadar kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi atau hipertensi. Apabila faktor-faktor risiko tersebut tidak dikendalikan dengan baik, risiko seseorang mengalami penyakit jantung juga dapat meningkat.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan merasa sehat atau tidak mengalami keluhan tertentu. 

Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dr. Setyo pun mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan tidak mengabaikan faktor risiko penyakit jantung. 

Menjaga berat badan tetap sehat, mengatur pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik, serta memantau tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.

"Oleh karena itu, kita harus menjaga jangan sampai terjadi penyakit jantung yang membahayakan dan akan terjadi serangan jantung yang bisa mematikan penderita," pungkas dr. Setyo.

Melalui program Media Info Sehat (Medis) dalam momentum Hari Jantung Sedunia ini, RSUD dr. Darsono Pacitan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengenali faktor risiko penyakit jantung dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak dini diharapkan dapat membantu menekan risiko penyakit jantung sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Eko)



Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar