Puluhan Siswa Mual-Pusing, Dugaan Keracunan MBG di SDN 2 Kanigoro Madiun Belum Terjawab
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Foto: Ilustrasi Generated Ai. |
Dugaan keracunan makanan pun mencuat, namun penyebab pasti keluhan tersebut hingga kini belum terjawab.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar 30 siswa mengalami mual dan pusing. Selain siswa, satu guru dan satu tenaga pendidik juga mengalami gejala serupa.
“Dapat laporan bahwa SDN 2 Kanigoro ada beberapa siswa yang mengalami pusing, mual. Sekitar 30 siswa, satu orang guru dan satu orang tenaga pendidik,” kata Lismawati.
Dengan demikian, total terdapat 32 orang di lingkungan SDN 2 Kanigoro yang dilaporkan mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG.
Menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri atas udang bakar, tahu bulat, anggur, tumis sayur, dan nasi.
Setelah keluhan muncul, siswa dengan kondisi ringan dibawa ke Puskesmas Sukosari untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Sementara siswa yang mengalami mual dan muntah dirujuk ke RSUD Sogaten untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Lismawati mengatakan, penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing siswa yang mengalami keluhan.
“Jadi total 32 yang mengalami gejala mual dan pusing setelah mengonsumsi MBG,” ujarnya.
Salah satu wali murid, Ela Frediana, mengaku kondisi anaknya mulai membaik setelah mendapatkan penanganan di Puskesmas Sukosari dan kemudian diizinkan pulang.
Namun, Ela mengatakan anaknya masih mengeluhkan rasa perih pada bagian perut.
“Masih perutnya katanya masih perih. Tadi anaknya masih di sekolah. Makan tahu bulat sama sate udang,” ujar Ela.
Ela juga mengaku mendapatkan informasi dari anaknya bahwa tahu bulat yang dikonsumsi disebut sudah basi.
“Tahu bulatnya basi. Sementara ya enggak tak ini, enggak tak kasih izin dulu. Suruh makan di rumah,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Kanigoro 2 Kota Madiun terkait peristiwa tersebut.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan dan penjelasan resmi pihak terkait untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di SDN 2 Kanigoro. (Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
