-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Sinergi Rutan Ponorogo dan Yayasan, Kembangkan Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Warga Binaan

Penandatanganan nota kesepahaman antara Rutan Kelas IIB Ponorogo bersama Yayasan Berkah Srikandi Abadi dan Yayasan Wadah Titian Harapan. (Fajar/Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo bersama Yayasan Berkah Srikandi Abadi dan Yayasan Wadah Titian Harapan memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pengembangan ketahanan pangan.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman serta penyerahan hibah kandang ayam close house tipe modern untuk mendukung kegiatan peternakan di lingkungan Rutan Ponorogo.

Kandang tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 500 hingga 800 ekor. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis di bidang peternakan.

Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Berkah Srikandi Abadi dan Yayasan Wadah Titian Harapan atas dukungan yang diberikan.

“Semoga program baru ini berhasil dan sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penuh terkait pembinaan,” ujarnya usai seremonial penyerahan kandang ayam, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, program ketahanan pangan di Rutan Ponorogo tidak hanya berfokus pada ayam. Berbagai potensi lahan juga dikembangkan untuk peternakan, perikanan dan pertanian.

“Selain ketahanan pangan, ada ayam, bebek, ikan hingga sayuran untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Pengelolaan kandang nantinya melibatkan warga binaan, terutama mereka yang mendekati masa bebas.

Mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan peternakan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Model pembinaan tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang dapat diterapkan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Selain ayam pejantan, Rutan Ponorogo juga mengembangkan budidaya ayam Jawa, bebek dan entok.

Sementara di sektor perikanan, terdapat kolam budidaya ikan lele dan nila. Lahan yang tersedia juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran.

Pengembangan sejumlah sektor tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Ponorogo memanfaatkan potensi yang ada sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Pendiri Yayasan Berkah Srikandi Abadi, H. Sugeng Hariono mengatakan, dukungan terhadap kegiatan di Rutan Ponorogo merupakan bagian dari komitmen bersama untuk ikut memperkuat ketahanan pangan.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk. Produksi juga harus diikuti dengan sistem distribusi dan kepastian pasar.

“Ketahanan pangan tentu harus didukung oleh produksi pangan. Melalui langkah ini, kita akan membangun rantai pasok serta memberikan kepastian pasar,” ujar Sugeng.

Sugeng yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mitra Dapur (HMD) mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi kebutuhan dapur-dapur yang berada di bawah naungan HMD.

Dapur-dapur tersebut nantinya dapat diarahkan untuk berbelanja bahan baku langsung dari produsen yang telah dikoordinasikan.

Ia mencontohkan, saat ini telah tersedia sekitar 900 ekor ayam yang akan dihitung kebutuhan tonasenya dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dapur.

“Kita hitung berapa tonasenya, berapa kebutuhan Dapur A, B, dan C, serta tanggal berapa mereka panen dan membutuhkan pasokan tersebut. Semua akan kita suplai dari Lapas,” jelasnya.
Menurut Sugeng, pola tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang lebih jelas antara produsen dan konsumen.

“Dengan begitu, para peternak dan produsen mendapatkan kepastian pasar, dan itulah hal yang paling utama,” tegasnya.

Bendahara Yayasan Wadah Titian Harapan, Retnaning Tyas mengatakan, pihaknya berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembinaan selama warga binaan berada di Rutan.

Pendampingan juga diharapkan terus diberikan kepada warga binaan yang telah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke masyarakat.

“Kami berharap ini terus berkelanjutan, baik untuk warga binaan yang sudah keluar maupun yang masih di sini,” ujar Retnaning.

Ia menilai keterampilan yang diperoleh warga binaan akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan dalam kehidupan setelah bebas.

“Kita terus melakukan pendampingan. Kita membantu orang yang bisa membantu dirinya sendiri,” katanya.

Sinergi antara Rutan Ponorogo dengan Yayasan Berkah Srikandi Abadi dan Yayasan Wadah Titian Harapan diharapkan menjadi bagian dari pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.

Tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan, program tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan kegiatan produksi dengan kebutuhan pasar sehingga memiliki keberlanjutan dan manfaat yang lebih luas. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar