Teguh Wiyono dan Ikhtiar Menuju Kursi Wabup Ponorogo
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Teguh Wiyono saat berziarah ke makam Batoro Katong di Ponorogo. (Foto: Istimewa) |
Di tengah dinamika pengisian posisi tersebut, ia menyebut sejumlah langkah yang dijalaninya sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengabdikan diri melalui pemerintahan.
Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah kunjungannya ke makam Batoro Katong, tokoh yang secara historis lekat dengan asal-usul Ponorogo.
Teguh mengaku ziarah tersebut bukan kunjungan pertama. Hingga kini, ia menyebut sudah sembilan kali berziarah ke makam Batoro Katong.
“Sampai sekarang ini saya sudah sembilan kali berkunjung atau ziarah ke makam Eyang Batoro Katong,” ujar Teguh Wiyono, Senin, 28 September 2026.
Menurut Teguh, dalam beberapa kunjungannya ia selalu mendapat kemudahan ketika menuju lokasi makam. Pengalaman tersebut kemudian dimaknainya sebagai sesuatu yang patut disyukuri.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap langkah yang sedang dijalaninya.
Di tengah proses politik pengisian posisi Wakil Bupati Ponorogo, Teguh tidak menutup diri mengenai keinginannya.
Ia secara terbuka menyatakan memiliki hajat untuk menjadi Wakil Bupati Ponorogo dan mendampingi Lisdyarita.
“Ini juga menjadi bentuk dukungan dan kemudahan yang saya rasakan. Apalagi secara pribadi saya memang memiliki hajat untuk menjadi wakil bupati dan mendampingi Bunda Lisdyarita,” ungkapnya.
Nama Teguh sebelumnya juga telah dikaitkan dengan bursa calon Wakil Bupati Ponorogo. Ia disebut membangun komunikasi dengan Lisdyarita serta sejumlah partai politik.
Namun, komunikasi politik dan pernyataan niat tersebut belum berarti Teguh telah resmi ditetapkan sebagai Wakil Bupati Ponorogo.
Posisi tersebut masih harus melalui proses dan mekanisme politik sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Teguh, ziarah ke makam Batoro Katong menjadi salah satu bagian dari perjalanan yang dijalaninya di tengah niat untuk mengabdikan diri di Ponorogo.
Sembilan kali berkunjung ke makam Batoro Katong pun menjadi bagian dari cerita perjalanan tersebut.
Sementara keputusan mengenai siapa yang nantinya mendampingi Lisdyarita tetap bergantung pada proses politik dan keputusan resmi pihak yang berwenang. (Fjr/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
