Pemkab Madiun Targetkan 3.000 Anak Kembali Sekolah, Pendidikan Karakter Diperkuat
Pembinaan diarahkan untuk memperluas pendidikan karakter melalui optimalisasi lima hari sekolah sekaligus mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah.
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Bupati Madiun Hari Wuryanto saat memberikan arahan dalam pembinaan kepala sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun. (Dok Ist) |
GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kabupaten Madiun mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diperkirakan mencapai 3.000 anak.
Melalui pembinaan kepala sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, pemerintah daerah mendorong penelusuran langsung di lapangan agar anak-anak yang belum mengakses pendidikan formal dapat kembali bersekolah.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus pembinaan kepala sekolah pada Jumat (16/10/2026), selain optimalisasi penerapan lima hari sekolah dan penguatan pendidikan karakter peserta didik.
Berdasarkan data terkini Dinas Pendidikan, tim khusus telah berhasil mengembalikan 280 anak ke bangku sekolah melalui pelacakan langsung di lapangan.
Capaian itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak memperoleh hak pendidikan sekaligus menekan angka ATS di Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, penguatan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Pembentukan karakter peserta didik juga harus menjadi perhatian melalui kolaborasi lintas lembaga dan penyesuaian pembinaan dengan latar belakang agama masing-masing anak.
Untuk peserta didik Muslim, pemerintah daerah menyiapkan Gerakan Ayo Mengaji.
Sementara itu, pembinaan bagi peserta didik non-Muslim dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
"Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar saja, tetapi juga harus berkarakter. Karena itu, kami menggandeng seluruh stakeholder yang ada, mulai dari Kementerian Agama hingga guru-guru Madin (Madrasah Diniyah), dan FKUB" ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Madiun berencana memperluas pelaksanaan program pendidikan karakter yang telah mulai berjalan.
Program tersebut ditargetkan diterapkan secara masif pada semester berikutnya agar pembiasaan nilai-nilai karakter dapat dilakukan sejak dini dan berjalan berkelanjutan.
Di sisi lain, optimalisasi lima hari sekolah menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan peserta didik melalui dukungan berbagai pihak.
Pemerintah daerah mendorong keterlibatan Kementerian Agama, guru madrasah, lembaga lintas agama, serta FKUB agar pelaksanaan pendidikan karakter dapat menjangkau peserta didik sesuai kebutuhan masing-masing.
Untuk penanganan ATS, seluruh kepala sekolah diminta berperan aktif mendata dan menelusuri anak-anak yang tidak bersekolah di wilayah masing-masing.
Pendataan tersebut diperlukan untuk memastikan keberadaan anak, mengidentifikasi kebutuhan penanganan, serta mempercepat pengembalian mereka ke jalur pendidikan formal.
"Seluruh kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk melakukan tracing di wilayahnya. Mana saja anak yang tidak sekolah, supaya sisa dari 3.000 anak tersebut dapat segera kita atasi dan kembali mendapatkan hak pendidikannya," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Madiun berharap sinergi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga terkait dapat mempercepat penanganan ATS sekaligus memperkuat kualitas pendidikan melalui keseimbangan antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter peserta didik. (@Red/Hms)
Sebelumnya
...
