-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 TENTARA NASIONAL INDONESIA🇮🇩

Pemkab Madiun dan PCNU Buka Hari Santri 2026 Lewat Ziarah Sewulan

Ziarah ke makam Kyai Ageng Basyariyah menjadi pembuka rangkaian Hari Santri Nasional 2026 yang melibatkan pemerintah.
Kegiatan Ziarah Auliya’ Sewulan di Masjid Al Basyariyah (Dok Ist)
GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Madiun memulai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan Ziarah Auliya’ Sewulan di Masjid Al Basyariyah, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Jumat (9/10/2026). 

Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga NU dan dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto serta Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi.

Mengangkat tema "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri", kegiatan diawali dengan salat Asar berjamaah dan dilanjutkan istighotsah di halaman masjid. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Madiun, Dr. KH Mustofa Ibrahim, memimpin istighotsah tersebut.

Ketua PCNU Kabupaten Madiun, KH Muhammad Munir, mengatakan ziarah ke makam Kyai Ageng Basyariyah menjadi agenda awal sebelum pelaksanaan kegiatan HSN lainnya. 

Panitia membagi jadwal ziarah ke Sewulan dan Kuncen pada hari berbeda agar warga NU dapat mengikuti kedua kegiatan tersebut.

"Jadwal ziarah tahun ini sengaja kami pisahkan antara Sewulan dan Kuncen, sehingga warga NU yang berziarah hari ini di Sewulan besok bisa kembali bergabung di Kuncen," ujar KH Muhammad Munir.

PCNU Kabupaten Madiun juga menyiapkan layanan kesehatan gratis, sima'an Al-Qur'an, serta kegiatan bersih-bersih tempat ibadah secara serentak yang melibatkan MWC NU dan takmir masjid/musala setempat. 

Peringatan HSN 2026 dijadwalkan mencapai puncak pada 22 Oktober melalui Apel Hari Santri dan Pasar Murah di halaman Pendopo Ronggo Djumeno Caruban.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi pelaksanaan ziarah tersebut. Ia menyebut kegiatan itu sebagai sarana tadzkirah untuk mengenang sekaligus meneladani keikhlasan dan perjuangan para pendiri serta ulama yang menyebarkan Islam.

"Para ulama terdahulu tidak hanya mengajarkan nilai agama, tetapi juga menanamkan fondasi kebangsaan dan semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman)," tutur Hari Wuryanto.

Hari Wuryanto menambahkan, santri memiliki peran dalam menjaga moral, toleransi, dan keutuhan NKRI sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan teknologi dan kewirausahaan. 

Sejalan dengan tema HSN 2026, "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", ia menekankan pentingnya kerja sama ulama dan umara untuk mendukung pembangunan Kabupaten Madiun yang berkelanjutan dan berkarakter. (@Red/Hms)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar