-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Akses Utama Tiga Desa di Pacitan 80 Persen Rusak, DPUPR Lakukan Perbaikan Bertahap

 
Foto ruas jalan Wonogondo-Punjung-Banjarjo setelah dilakukan perbaikan oleh Dinas PUPR Pacitan. (FOTO: Eko Purnomo/Gardajatim)
PACITAN, GARDAJATIM.COM: Kerusakan jalan yang menghubungkan Desa Wonogondo, Desa Punjung, dan Desa Banjarjo, Kabupaten Pacitan, masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. 

Dari total panjang ruas sekitar 7,5 kilometer, diperkirakan 80 persen jalan tersebut masih dalam kondisi rusak.

Kondisi ini berdampak pada kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat yang mengandalkan jalur tersebut untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan.

Kondisi jalan sebelum dilakukan perbaikan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pacitan pun mulai melakukan perbaikan secara bertahap pada 2026. Namun, keterbatasan anggaran membuat penanganan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Pada tahun ini, pekerjaan perbaikan tersebar di tiga titik, yakni Dusun Pakis, Desa Wonogondo, serta Dusun Mudal dan Dusun Ngunut, Desa Punjung. 

Penanganan dilakukan menggunakan lapisan penetrasi (lapen) atau konstruksi jalan beraspal dengan total panjang sekitar 450 meter di tahun 2026.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pacitan, Imam Syafid, berharap perbaikan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar transportasi dan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.

“Semoga pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Syafid, Jumat (16/10/2026).

Meski demikian, ia mengakui penanganan jalan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Panjang ruas yang mencapai 7,5 kilometer, sementara anggaran yang tersedia terbatas, membuat pemerintah daerah harus menentukan prioritas pekerjaan.

“Anggaran kita saat ini sangat terbatas, sedangkan semua juga membutuhkan. Jadi, belum bisa memperbaiki secara menyeluruh,” imbuhnya.

Syafid juga mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kondisi jalan yang telah diperbaiki. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik agar aliran air tidak melimpas ke badan jalan.

Menurutnya, aliran air yang terus-menerus menggenangi atau melewati permukaan jalan, terutama saat musim hujan, berpotensi mempercepat kerusakan konstruksi yang telah dibangun.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Punjung menyambut baik langkah Pemkab Pacitan yang telah melakukan perbaikan pada sebagian ruas jalan tersebut. 

Meski begitu, pemerintah desa berharap penanganan dapat terus dilanjutkan mengingat sebagian besar jalur penghubung tiga desa itu masih membutuhkan perbaikan.

Masih ada 80 persen ruas jalan Wonogondo-Punjung-Banjarjo dalam kondisi rusak.
Sekretaris Desa Punjung, Purwo Yulianto, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah kabupaten terhadap infrastruktur yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.

“Mewakili masyarakat Desa Punjung, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemkab Pacitan dalam memperbaiki ruas jalan Wonogondo–Punjung–Banjarjo,” ucap Purwo.

Ia menegaskan, usulan perbaikan jalan tersebut telah disampaikan berulang kali melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). 

Namun, realisasi pekerjaan tetap bergantung pada kebijakan dan kemampuan anggaran pemerintah kabupaten, mengingat ruas jalan itu berada dalam kewenangan pemerintah daerah.

“Sebenarnya tiap tahun sudah kita usulkan melalui Musrenbang, namun realisasinya bergantung pada kebijakan daerah,” katanya.

Menurut Purwo, panjang jalan yang mencapai sekitar 7,5 kilometer menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kerusakan.

Dengan kondisi anggaran yang terbatas, perbaikan belum mampu menjangkau seluruh bagian jalan yang membutuhkan penanganan.

Karena itu, masyarakat berharap Pemkab Pacitan dapat melanjutkan pembangunan secara bertahap hingga seluruh ruas jalan kembali layak dilalui. 

Perbaikan dinilai penting, tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga untuk mendukung kelancaran aktivitas warga di kawasan sekitar lereng Gunung Lanang.

“Harapannya, dengan jalan yang baik, bukan sekadar mempermudah mobilitas, tetapi juga menjadi penopang utama aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat,” pintanya.

Perbaikan jalan Wonogondo–Punjung–Banjarjo kini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan akses tersebut. 

Warga berharap penanganan yang dilakukan secara bertahap dapat terus berlanjut, sehingga kerusakan yang masih mendominasi ruas jalan itu tidak berlarut-larut dan konektivitas antarwilayah semakin baik. (Eko)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar