Bursa Cawabup Ponorogo Belum Mengerucut, Mbah Kanang Tekankan Dukungan Lintas Partai
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Mbah Kanang memberikan keterangan kepada wartawan seusai kegiatan reses di Ponorogo, Jumat (16/10/2026). Foto: Fajar/Gardajatim.com |
Ia meminta para kandidat membangun dukungan lintas partai sebelum melangkah lebih jauh dalam proses pencalonan.
Langkah itu dinilai penting agar pimpinan partai tidak harus merintis seluruh dukungan dari awal.
“Rangkai dulu partai-partai lain yang mungkin bisa sepakat dan baru menghadap ke kita,” ujar Mbah Kanang usai kegiatan serap aspirasi atau reses di Cafe Planet Warok, Ponorogo, Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, membangun koalisi bukan pekerjaan sederhana karena terdapat berbagai kepentingan dan tuntutan yang harus disepakati.
Mbah Kanang mengungkapkan, sekitar lima orang telah berkomunikasi dengannya mengenai keinginan menjadi calon wakil bupati. Namun, ia tidak bersedia menyebutkan nama mereka.
“Ada Lima orang yang sudah komunikasi saya enggak sebut nama ya,” katanya.
Mbah Kanang menolak anggapan bahwa posisi calon wakil bupati dapat langsung diklaim sebagai jatah PDI Perjuangan, meskipun partai tersebut memiliki kader yang pernah menduduki posisi pejabat.
Ia menyatakan partainya tidak keliru jika menyiapkan kader untuk mengikuti proses pencalonan.
Namun, kandidat yang disiapkan tetap harus mampu memperoleh penerimaan dari partai-partai lain.
“Oh, enggak, enggak bisa. Harus komunikasi,” katanya.
Mbah Kanang juga membuka peluang bagi perempuan untuk masuk dalam bursa calon wakil bupati.
“Ya, bisa saja masuk, enggak ada masalah. Yang penting tadi, yang penting diterima semua partai,” ujarnya.
Selain dukungan partai, Mbah Kanang menyoroti kesiapan kandidat dalam menghadapi kebutuhan konsolidasi politik.
Ia mengingatkan bahwa pencalonan membutuhkan pertimbangan yang matang.
Bahkan ia mengaku belum sepenuhnya optimistis mengenai peluang munculnya calon wakil bupati.
“Potensi fifty-fifty aja kalau menurut saya,” katanya.
Menurut Mbah Kanang, survei juga penting untuk mengukur kekuatan kandidat. Ia menyebut orang-orang yang telah berkomunikasi dengannya menjadi bagian dari proses penilaian tersebut.
“Survei. Itu yang paling penting survei, realistis,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pernyataan siap maju dari seorang kandidat belum tentu mencerminkan kekuatan sebenarnya di lapangan.
Karena itu, komunikasi politik perlu disertai pengukuran peluang yang realistis.
Bursa calon wakil bupati (cawabup) yang diproyeksikan mendampingi Lisdyarita di Ponorogo masih belum menemui kepastian.
Mbah Kanang menekankan bahwa penerimaan lintas partai menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses pencalonan wakil bupati Ponorogo.
Sejumlah nama sebelumnya ramai diperbincangkan, mulai dari Barno, M. Hasim, Nyoto Wiyono, Saidudin alias Brodin, Muhammad Harun Ar-Rasyid (MHR), Teguh Wiyono hingga Edy Sukarno, yang akrab disapa Mas Kirun. (Fjr)
Sebelumnya
...
