Dewan Pendidikan Ponorogo Siap Ikuti Rakornas V FDPI 2026 di Garut
Bawa Aspirasi Daerah di Tengah Tekanan Fiskal dan Perubahan Arah Kebijakan Pendidikan
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Delegasi Dewan Pendidikan Ponorogo, Muhamad Fajar Pramono (Ketua), Farida Nuraini (Sekretaris), Syaikhudin Nasir (Anggota). (Foto: Istimewa) |
Kegiatan nasional tersebut mengangkat tema “Sistem Pendidikan Nasional dan Masa Depan Pendidikan Indonesia”. Rakornas akan dipusatkan di Hotel Harmoni Garut dan Hotel Tirta Kencana Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Dewan Pendidikan Kabupaten Ponorogo akan mengirimkan tiga delegasi, yakni Muhamad Fajar Pramono selaku Ketua, Farida Nuraini selaku Sekretaris, dan Syaikhudin Nasir selaku anggota.
Kehadiran delegasi Ponorogo diharapkan tidak sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membawa aspirasi pendidikan daerah ke forum nasional.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Ponorogo Muhamad Fajar Pramono menilai Rakornas V FDPI memiliki arti penting karena berlangsung pada situasi pendidikan nasional yang menghadapi tantangan berlapis.
Di satu sisi, pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal yang berdampak pada ruang pembiayaan pembangunan.
Di sisi lain, arah kebijakan nasional terus berkembang mengikuti prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Forum ini penting untuk membaca arah masa depan pendidikan Indonesia sekaligus memastikan suara daerah tetap menjadi bagian dari pembahasan kebijakan nasional. Pendidikan tidak boleh hanya dilihat dari sisi anggaran, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas manusia dan daya saing bangsa,” demikian pokok pandangan yang akan dibawa delegasi Ponorogo dalam forum tersebut.
Tekanan fiskal menjadi salah satu isu yang patut mendapat perhatian serius. Ketika kemampuan pembiayaan daerah terbatas, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan dituntut semakin kreatif menjaga mutu layanan pendidikan.
Efisiensi anggaran harus tetap diikuti dengan perlindungan terhadap program yang langsung menyentuh peserta didik, guru, sekolah, dan masyarakat.
Pada saat yang sama, perubahan penekanan kebijakan nasional juga perlu dibaca secara proporsional.
Orientasi pembangunan manusia tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga kesehatan, karakter, ketahanan keluarga, keterampilan, serta kemampuan generasi muda menghadapi perubahan sosial dan ekonomi.
Karena itu, pendidikan dan kesehatan semestinya dipandang sebagai dua pilar yang saling memperkuat dalam pembangunan manusia.
Rakornas V FDPI di Garut diharapkan menjadi forum untuk mempertemukan perspektif pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Forum tersebut menjadi penting untuk membangun kesamaan pandangan mengenai bagaimana Sistem Pendidikan Nasional harus merespons perubahan demografi, perkembangan teknologi, transformasi dunia kerja, kesenjangan kualitas layanan, dan kebutuhan penguatan karakter.
Rencananya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. akan hadir sebagai salah satu keynote speaker. Selain itu, Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, SH., MM. juga direncanakan menjadi keynote speaker.
Kehadiran keduanya diharapkan memberikan perspektif mengenai kebijakan pendidikan nasional dan pengalaman pengelolaan pendidikan di tingkat daerah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Nasional Prof. Suyanto, M.Ed., Ph.D. juga menjadi figur penting dalam Rakornas tersebut.
Forum ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarlembaga Dewan Pendidikan sekaligus memperjelas posisi strategis Dewan Pendidikan sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pertimbangan, masukan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Bagi Ponorogo, keikutsertaan dalam Rakornas juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dengan Dewan Pendidikan dari berbagai daerah.
Beragam persoalan lokal, mulai dari pemerataan akses, kualitas sekolah, kesejahteraan dan kompetensi pendidik, hingga keterlibatan masyarakat, dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
Dewan Pendidikan Kabupaten Ponorogo berpandangan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak cukup dibangun melalui kebijakan yang bersifat seragam.
Karakteristik daerah, kapasitas fiskal, kondisi sosial masyarakat, serta potensi lokal perlu diperhitungkan dalam perumusan dan implementasi kebijakan pendidikan.
Karena itu, Rakornas V FDPI di Garut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang tidak berhenti pada rumusan normatif, tetapi dapat menjadi masukan konkret bagi pemerintah pusat dan daerah.
Prinsipnya, kebijakan pendidikan harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat, menjaga mutu, memperluas keadilan akses, dan memastikan setiap anak memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
Delegasi Dewan Pendidikan Kabupaten Ponorogo siap mengikuti seluruh rangkaian Rakornas pada 13–15 Oktober 2026.
Dari Garut, Ponorogo ingin memastikan bahwa pengalaman dan aspirasi daerah tetap hadir dalam percakapan besar mengenai sistem pendidikan nasional dan masa depan pendidikan Indonesia. (Fjr/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
