Kapolres Ponorogo Rangkul Abang Becak, Tekankan Pentingnya Komunikasi dengan Warga
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa menyapa abang becak sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan serta komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. (Foto: Istimewa) |
Ia turun langsung menyapa dan merangkul para abang becak di Kabupaten Ponorogo untuk membangun komunikasi serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Kegiatan yang disampaikan pada Sabtu (17/10/2026) itu menjadi bagian dari upaya Polres Ponorogo dalam mengusung semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Pendekatan tersebut menempatkan warga sebagai mitra kepolisian, termasuk para pekerja sektor informal yang beraktivitas setiap hari di ruang publik.
AKBP Damus Asa mengatakan, interaksi langsung dengan abang becak merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Langkah ini menjadi bentuk perhatian nyata kepolisian terhadap para abang becak yang berjuang setiap hari demi keluarga," ungkap AKBP Damus Asa, Sabtu (17/10/2026).
Menurut dia, abang becak dan pengemudi ojek online (ojol) merupakan bagian dari masyarakat Ponorogo yang memiliki peran dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, hubungan antara kepolisian dan kelompok masyarakat tersebut perlu dibangun melalui komunikasi yang baik dan sikap saling menghormati.
Kapolres menegaskan, masyarakat bukan sekadar pihak yang menerima pelayanan kepolisian, melainkan mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Bagi kami, masyarakat adalah mitra utama Polri. Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, menjalin komunikasi yang baik, serta membangun kedekatan tanpa sekat," ujar AKBP Damus Asa.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kehadiran polisi yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Pelayanan dan komunikasi terbuka menjadi bagian dari pendekatan yang ingin dibangun Polres Ponorogo.
Selain membangun kedekatan, Kapolres Ponorogo mengaitkan hubungan polisi dan masyarakat dengan upaya menjaga situasi keamanan wilayah.
Menurut dia, kondisi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, bukan hanya kerja aparat kepolisian.
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan, komunikasi, dan saling peduli, kita dapat mewujudkan Ponorogo yang aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.
Pandangan tersebut menempatkan komunikasi dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kamtibmas.
Dalam konteks itu, kedekatan dengan abang becak dan pengemudi ojol menjadi salah satu bentuk interaksi kepolisian dengan kelompok warga yang ditemui dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui pendekatan humanis tersebut, Polres Ponorogo menyatakan ingin memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Pesan utama yang disampaikan Kapolres adalah bahwa keamanan wilayah memerlukan kerja sama, komunikasi terbuka, dan kepedulian dari seluruh elemen warga. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
