-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 TENTARA NASIONAL INDONESIA🇮🇩

Kemenag Ponorogo Perkuat Prestasi Siswa Lewat OMI

Kepala Kemenag Ponorogo H. Moh Thohari bersama jajaran, panitia, dan peserta saat pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi di MTsN 1 Ponorogo. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo memperkuat ruang pengembangan prestasi siswa melalui Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi yang digelar pada Selasa (6/10/2026).

MTsN 1 Ponorogo menjadi salah satu titik lokasi (tilok) pelaksanaan kompetisi yang diikuti 33 peserta dari jenjang madrasah dan sekolah umum se-Kabupaten Ponorogo.

OMI merupakan transformasi sekaligus rebranding dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ajang ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan akademis, memperluas pengalaman riset, serta menunjukkan potensi terbaik mereka.

Pembukaan kegiatan di MTsN 1 Ponorogo dihadiri Kepala Kemenag Ponorogo H. Moh Thohari, S.Ag., M.H., Ketua Pelaksana OMI Kemenag Ponorogo Dr. Nurun Nahdliyah, jajaran kepala madrasah di lingkungan Kemenag Ponorogo, serta panitia.

Sebanyak 33 peserta mengikuti kompetisi di MTsN 1 Ponorogo. Mereka berasal dari tiga kelompok jenjang pendidikan.

Rinciannya, enam peserta berasal dari jenjang MI/SD, sembilan peserta dari MTs/SMP, dan 18 peserta dari MA/SMA.

Komposisi peserta tersebut menunjukkan keterlibatan siswa dari jenjang madrasah dan sekolah umum dalam pelaksanaan OMI di Kabupaten Ponorogo.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Nastain, mengatakan OMI merupakan kompetisi berjenjang yang bermuara hingga tingkat nasional.
Karena itu, ia berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memiliki daya juang tinggi selama mengikuti kompetisi.

“Kami berharap para siswa mampu tampil kompetitif dan memiliki daya juang tinggi. Kompetisi ini menjadi sarana untuk membuktikan kemampuan diri sekaligus membawa nama baik Kabupaten Ponorogo di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Nastain, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurutnya, OMI menjadi sarana bagi siswa untuk membuktikan kemampuan diri melalui kompetisi yang berlangsung secara berjenjang.

OMI hadir sebagai bentuk transformasi dari KSM. Perubahan tersebut menempatkan ajang kompetisi sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademis dan pengalaman riset.

Pelaksanaan di MTsN 1 Ponorogo menjadi salah satu bagian dari rangkaian OMI Tingkat Provinsi. Peserta dari berbagai jenjang mengikuti kompetisi dengan harapan dapat menunjukkan potensi dan kemampuan masing-masing.

Bagi Kemenag Ponorogo, pelaksanaan OMI juga menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang bagi siswa untuk berkompetisi dan mengembangkan potensi akademiknya.

Kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan agar siswa memiliki daya juang dalam mengikuti kompetisi serta mampu membawa nama baik Kabupaten Ponorogo ke tingkat yang lebih tinggi. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar