Kursi Wabup Ponorogo Masih Kosong, Garda Satu Tekankan Keberlanjutan Visi Misi
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Ketua DPC Garda Satu Ponorogo, Budiono. (Foto: Fajar/Gardajatim.com) |
Ketua DPC Garda Satu Ponorogo, Budiono, menilai keberadaan wakil bupati penting untuk mendukung kelancaran pemerintahan daerah.
Ia juga berharap figur yang terpilih dapat melanjutkan visi dan misi yang sebelumnya dibangun bersama Sugiri Sancoko dalam Pilkada 2024.
Budiono menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan siapa sosok yang nantinya mengisi posisi wakil bupati.
Menurut dia, yang terpenting adalah figur tersebut dapat mendampingi Lisdyarita dalam menjalankan pemerintahan Kabupaten Ponorogo.
“Kami mendukung penuh siapa pun nanti wakil yang mendampingi Lisdyarita,” kata Budiono, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ia menilai posisi wakil bupati memiliki arti penting, baik secara normatif maupun dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Budiono juga menyoroti beban tugas Lisdyarita yang saat ini menjalankan pemerintahan sebagai Plt Bupati Ponorogo.
“Jabatan wakil bupati itu penting, apalagi bupati kita perempuan dan jadwalnya sangat padat. Keberadaan wakil diharapkan bisa membantu memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan,” ujarnya.
Selain kelancaran pemerintahan, Budiono menekankan pentingnya menjaga kesinambungan visi dan misi yang telah dibangun dalam Pilkada 2024.
Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih menjadi wakil bupati tetap berkomitmen melanjutkan arah pembangunan yang sebelumnya dirumuskan bersama Sugiri Sancoko.
“Harapan kami, siapa pun wakil yang mendampingi Lisdyarita nanti bisa melanjutkan visi dan misi yang dahulu sudah dibangun bersama Sugiri Sancoko,” kata Budiono.
Menurut dia, pengisian jabatan tersebut bukan semata-mata persoalan menentukan figur, melainkan juga berkaitan dengan keberlanjutan program pemerintahan.
Di tengah belum tercapainya kesepakatan politik, sejumlah nama sebelumnya ramai diperbincangkan sebagai calon wakil bupati Ponorogo.
Mereka antara lain Barno, M. Hasim, Nyoto Wiyono, Saidudin alias Brodin, Muhammad Harun Ar-Rasyid (MHR), Teguh Wiyono, hingga Edy Sukarno yang akrab disapa Mas Kirun.
Sementara itu, Ir. H. Budi Sulistyono atau yang dikenal sebagai Mbah Kanang anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Jawa Timur VII dan bertugas di Komisi VI mengungkapkan, bahwa lima orang telah berkomunikasi dengannya mengenai keinginan menjadi calon wakil bupati. Namun, ia tidak bersedia mengungkapkan identitas mereka.
“Ada lima orang yang sudah komunikasi, saya enggak sebut nama ya,” kata Kanang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah lima orang yang disebut Mbah Kanang tersebut merupakan bagian dari nama-nama yang sebelumnya beredar dalam pembicaraan mengenai calon wakil bupati.
Hingga kini, pengisian kursi Wakil Bupati Ponorogo masih menunggu kesepakatan politik di antara partai pengusung dan koalisi pendukung.
Di tengah proses tersebut, Garda Satu berharap figur yang terpilih nantinya dapat mendukung kelancaran pemerintahan sekaligus menjaga kesinambungan visi dan misi yang telah dibangun. (Fjr)
Sebelumnya
...

