-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Mbah Kanang: PDIP Tak Sekadar Andalkan Kader, Survei Calon Kades Jadi Pertimbangan

Mbah Kanang saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan reses di Cafe Planet Warok, Ponorogo, Jumat (16/10/2026). Foto: Fajar/Gardajatim.com
GARDAJATIM.COM: Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Ponorogo yang rencananya digelar pada 25 Mei 2027 dijadwalkan diikuti 263 desa, termasuk lima desa hasil pemekaran.

Menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut, pemetaan dan survei menjadi pertimbangan penting bagi PDI Perjuangan dalam menentukan dukungan kepada calon kepala desa.

Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir. H. Budi Sulistyono atau Mbah Kanang, mengatakan partai tidak hanya mengandalkan status kader dalam menentukan dukungan kepada kandidat.

Pernyataan itu disampaikan seusai kegiatan serap aspirasi atau reses di Cafe Planet Warok, Ponorogo, Jumat (16/10/2026).

Menurut Kanang, penjaringan calon kepala desa perlu mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Status sebagai kader partai tidak otomatis menjamin seorang kandidat memiliki peluang kuat dalam persaingan.

Ia mencontohkan pemetaan politik yang dicermatinya di Ngawi. Dalam proses tersebut, partai perlu menilai kekuatan kandidat sebelum memutuskan memberikan dukungan.

“Jangan sampai kita terus mendorong seorang kandidat untuk maju, padahal peluangnya lemah. Meskipun yang bersangkutan merupakan kader sendiri, kita harus tetap melihat kondisi sebenarnya. Kasihan kalau justru nantinya merugikan mereka,” ujar Kanang.

Kanang menekankan pentingnya survei untuk mengetahui posisi dan kekuatan kandidat. Pemetaan diperlukan agar keputusan politik tidak hanya didasarkan pada kedekatan atau status keanggotaan partai.

“Survei. Itu yang paling penting survei, realistis,” katanya.

Ia menyebut para calon yang telah berkomunikasi dengan pihaknya turut menjadi bagian dari proses penilaian.

Namun, ia tidak mengungkapkan nama maupun jumlah calon kepala desa yang sedang dipetakan khusus untuk kontestasi di Ponorogo.

Menurut Kanang, partai juga dapat mempertimbangkan figur di luar kader apabila dinilai lebih realistis berdasarkan pemetaan yang dilakukan.

“Ya kita realistis saja, tidak hanya sekadar kader kita dukung,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan dukungan tidak semata-mata bertumpu pada status kader, tetapi juga pada penilaian terhadap peluang kandidat di lapangan.

Selain kekuatan politik, Kanang mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum seseorang memutuskan maju sebagai calon kepala desa.

Ia menilai kandidat perlu memahami kekuatan dan keterbatasannya agar keputusan pencalonan tidak hanya didasarkan pada keyakinan pribadi, tetapi juga perhitungan yang realistis.

Mengingatkan kandidat untuk menilai kembali peluangnya, menurut dia, bukan berarti mematahkan semangat. Langkah tersebut diperlukan agar kandidat memahami kondisi yang akan dihadapi. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar