-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Menilik Revitalisasi SDN 1 Pintu dan SDN 1 Ngrupit Ponorogo: Benarkah Terapkan Konsolidasi Pengadaan?

Rangka atap baja ringan di ruang kelas SDN 1 Pintu, Kecamatan, Jenangan, Ponorogo yang sedang direnovasi. (Foto: Juwaini/Suarawilayah.com)
GARDAJATIM.COM: Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Ponorogo yang menelan anggaran miliaran rupiah menjadi sorotan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah proyek pengerjaan atap baja ringan di sekolah penerima manfaat terindikasi menggunakan material dan tenaga kerja yang seluruhnya didatangkan dari luar daerah.

Di SDN 1 Pintu, proyek revitalisasi yang dialokasikan anggaran senilai Rp1,15 miliar terpantau mempekerjakan pemasang baja ringan asal Saradan, Madiun.

Para pekerja tersebut dilaporkan menginap di bangunan sekolah selama beberapa hari untuk menyelesaikan struktur kerangka atap. 

Sementara itu, untuk penutup atap, proyek ini menggunakan kembali genteng bekas yang telah dibersihkan.

Kondisi serupa terlihat di SDN 1 Ngrupit, Kecamatan Jenangan. Sekolah yang mendapatkan kucuran dana sebesar Rp657 juta ini telah menyelesaikan seluruh pengerjaan atap baja ringan pada ruang kelas.

Menurut keterangan pekerja lokal di lokasi, seluruh material galvalum dan tenaga pemasangnya didatangkan dari Ngawi.

"Bahannya didatangkan langsung dari pabrik di Bandung, dan katanya ada cabang di Solo," ujar salah satu pekerja bangunan yang enggan disebutkan namanya, Rabu, 14 Oktober 2026.

Saat ini, pengerjaan baja ringan di SDN 1 Ngrupit telah rampung sepenuhnya dan menyisakan pemasangan genteng yang dialihkan kepada tukang lokal Ponorogo. 

"Pekerja baja ringan sudah selesai dan pulang. Selanjutnya, pemasangan genteng dilakukan oleh tukang dari Ponorogo," tambahnya.

Adanya pola kesamaan material dan penyerapan tenaga kerja dari luar daerah ini memunculkan dugaan adanya konsolidasi pengadaan logistik yang terpusat.

Secara aturan, merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, strategi menggabungkan beberapa paket belanja bahan sejenis dari beberapa titik proyek dikenal sebagai Konsolidasi Pengadaan.

Langkah ini lazimnya bertujuan untuk mencapai efisiensi anggaran (value for money) dan mendapatkan potongan harga volume grosir.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo serta pihak terkait untuk mendapatkan informasi tentang mekanisme pengadaan material, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penyesuaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dari efisiensi anggaran proyek tersebut. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar