-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 TENTARA NASIONAL INDONESIA🇮🇩

Perkuat Mutu Layanan Kesehatan, RSUD dr. Darsono Pacitan Jadi Tujuan Studi Tiru RSUD Dr. Harjono Ponorogo

RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan menerima kunjungan studi tiru dari RSUD dr. Harjono Ponorogo. (FOTO: RSUD dr. Darsono For Gardajatim)
PACITAN, GARDAJATIM.COM – RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan menerima kunjungan studi tiru dari RSUD dr. Harjono Ponorogo pada Jumat (9/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi kedua rumah sakit untuk saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan guna meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.

Kegiatan studi tiru ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas kelembagaan melalui pembelajaran langsung antarrumah sakit. 

Berbagai aspek pelayanan, mulai dari pengelolaan rumah sakit, pengaturan alur pelayanan pasien, hingga mekanisme pelayanan kesehatan dengan penjaminan biaya bagi masyarakat kurang mampu, menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Harjono Ponorogo drg. Heni Lastari, M.Kes., menyampaikan bahwa pembelajaran mengenai pengelolaan rumah sakit tidak selalu harus dilakukan dengan mengunjungi rumah sakit besar. 

"Setiap rumah sakit memiliki pengalaman dan praktik pelayanan yang dapat menjadi sumber pengetahuan berharga untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kesehatan," ujar drg. Heni Lastari.

Ia menilai, hal-hal mendasar yang terkadang dianggap sederhana atau luput dari perhatian justru dapat memberikan pelajaran penting ketika dikaji secara lebih mendalam. 

Aspek tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam memperbaiki sistem pelayanan, sehingga pelaksanaannya semakin efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Dalam konteks tersebut, RSUD dr. Darsono Pacitan dinilai memiliki berbagai pengalaman yang dapat dipelajari dan dijadikan bahan pertukaran pengetahuan. 

Melalui interaksi dan diskusi secara langsung, kedua rumah sakit diharapkan dapat saling memperoleh masukan untuk mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang lebih baik.


Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, M.M., menyambut baik kunjungan rombongan RSUD Dr. Harjono Ponorogo. 

Ia menegaskan bahwa RSUD dr. Darsono terbuka terhadap kegiatan diskusi, pertukaran pengalaman, serta kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

"Kami menyambut baik kunjungan ini. Kami juga selalu terbuka untuk saling berdiskusi, bertukar pengalaman dan kolaborasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan antara kedua rumah sakit," kata dr. Johan.

Keterbukaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk membangun hubungan kerja sama yang positif antar rumah sakit. 

Dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan, masing-masing institusi dapat memperoleh perspektif baru dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan rumah sakit, sekaligus mengidentifikasi aspek pelayanan yang masih dapat ditingkatkan.

Tinjau IGD hingga Ruang Rawat Inap

Dalam rangkaian kegiatan studi tiru tersebut, rombongan RSUD Dr. Harjono Ponorogo melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit pelayanan di RSUD dr. Darsono Pacitan, di antaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap Bugenvil 1.

Peninjauan ini memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat secara langsung lingkungan pelayanan serta memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pelayanan pasien di unit terkait. 

Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai alur pelayanan, termasuk koordinasi dan mekanisme yang mendukung kelancaran pelayanan kesehatan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pelayanan kesehatan dengan penjaminan Biakes Maskin, yakni skema bantuan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin atau kurang mampu sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembahasan mengenai mekanisme tersebut dinilai penting karena akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, tetapi juga dengan dukungan pembiayaan yang dapat membantu masyarakat memperoleh layanan sesuai kebutuhan.

Melalui pertukaran informasi mengenai pelaksanaan pelayanan dan mekanisme penjaminan tersebut, kedua rumah sakit dapat saling berbagi pemahaman tentang upaya mendukung akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan bantuan pembiayaan.

Diskusi dan peninjauan lapangan juga menjadi sarana untuk memahami praktik pelayanan secara lebih konkret. Dengan demikian, hasil studi tiru diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan semata, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem pelayanan di masing-masing rumah sakit.



Bangun Kolaborasi untuk Pelayanan Kesehatan yang Lebih Baik

Kegiatan studi tiru antara RSUD dr. Darsono Pacitan dan RSUD Dr. Harjono Ponorogo mencerminkan pentingnya kolaborasi antarfasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi tuntutan peningkatan mutu layanan.

Rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga memastikan bahwa sistem pengelolaan, alur pelayanan, dan mekanisme administrasi berjalan secara efektif serta mampu mendukung kebutuhan pasien.

Dalam upaya memenuhi tuntutan tersebut, pembelajaran antar rumah sakit menjadi salah satu cara untuk memperkaya perspektif, memperkuat kapasitas organisasi, dan menemukan pendekatan yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing institusi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara RSUD dr. Darsono Pacitan dan RSUD Dr. Harjono Ponorogo dapat terus terjalin dan berkembang menjadi sinergi yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kunjungan, studi tiru tersebut diharapkan mampu mendorong budaya saling belajar dan berbagi pengalaman di lingkungan pelayanan kesehatan. 

"Dengan tata kelola yang semakin baik, koordinasi yang efektif, serta perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, rumah sakit diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan yang aman, efektif, dan mudah diakses," pungkas dr. Johan.

Penguatan kolaborasi antar rumah sakit diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, berorientasi pada pasien, serta memperhatikan kebutuhan kelompok masyarakat kurang mampu. (Eko)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar