Releyanda Kembali Pimpin FPTI Ponorogo, Fasilitas Atlet Jadi Perhatian
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Releyanda Solekha Wijayanti kembali dipercaya memimpin FPTI Kabupaten Ponorogo untuk periode kedua dalam Musyawarah Kabupaten FPTI Ponorogo. (Foto: Fajar/Gardajatim.com) |
Keputusan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) FPTI Ponorogo yang digelar Sabtu (3/10/2026).
Muskab berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan dan dibuka Ketua Harian KONI Ponorogo, Sumani.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua FPTI Jawa Timur, jajaran pengurus, serta para atlet panjat tebing Ponorogo.
Dalam kepemimpinan periode kedua, Releyanda menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
Ia juga meminta dukungan dari pengurus, atlet, dan pihak terkait untuk menjalankan amanah kepengurusan ke depan.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk memimpin FPTI Ponorogo. Mohon dukungan dari semua pihak agar ke depan kita bisa bersama-sama memajukan panjat tebing Ponorogo," ujar Releyanda atau yang akrab disapa Lely.
Perhatian terhadap fasilitas latihan menjadi salah satu harapan yang ingin didorong untuk mendukung pembinaan atlet.
Menurut Lely, fasilitas yang tersedia saat ini sudah tidak layak dan FPTI Ponorogo belum memiliki fasilitas sendiri. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi salah satu tantangan ketika atlet mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
"Untuk pencapaian pada periode sebelumnya, alhamdulillah setiap tahunnya cabang olahraga panjat tebing telah menyumbangkan medali, baik dalam ajang Porprov maupun kejuaraan lainnya untuk Kabupaten Ponorogo," kata Lely.
Ia berharap pada periode kedua kepemimpinannya dapat tersedia fasilitas yang lebih baik bagi atlet panjat tebing di Ponorogo.
"Harapan saya ke depan adalah memberikan fasilitas terbaik untuk para atlet kita. Sebab, dalam kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional, kita sering kali kalah bersaing dengan kota-kota yang sudah memiliki fasilitas lengkap," ujarnya.
Salah satu rencana yang disampaikan Lely adalah pembangunan wall atau dinding panjat di area stadion. Fasilitas tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan sarana olahraga lainnya.
"Pembangunan wall di area stadion agar terintegrasi dengan tempat-tempat olahraga lainnya. Jadi kami berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo dapat merealisasikan apa yang menjadi keinginan para atlet panjat tebing di tahun anggaran 2027," katanya.
Lely menjelaskan, fasilitas yang digunakan saat ini memiliki sejumlah keterbatasan. Selain berada di lahan milik dinas lain, yakni Dinas Lingkungan Hidup, spesifikasi wall yang ada dinilai sudah tidak sesuai dengan kebutuhan atlet.
"Selain itu, spesifikasinya sudah tidak sesuai lagi dengan spek wall yang diinginkan oleh para atlet. Itu sudah waktunya peremajaan, karena sudah lama sekali," ujarnya.
Lely mengatakan, panjat tebing Ponorogo selama periode kepengurusan sebelumnya secara rutin menyumbangkan medali dalam Porprov maupun kejuaraan lainnya.
Ia juga menyebut capaian medali emas pada Kejurprov serta prestasi atlet bernama Berlian dalam ajang internasional di Singapura dan Tiongkok.
Sementara itu, Sumani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pengurus FPTI periode sebelumnya.
Ia mengatakan panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga unggulan di antara 26 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Ponorogo.
"Beberapa kali kita mengikuti kejurprov maupun Porprov, alhamdulillah Ponorogo membawa nama dan pulang membawa medali," kata Sumani.
Menurut Sumani, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi atlet agar pembinaan tidak berhenti pada satu generasi.
"Ini berarti menjadi PR kita pengurus yang ada di sini, bagaimana mempertahankan, syukur nanti bisa meningkatkan. Ini harapan kami," ujarnya.
Sumani juga menekankan bahwa fasilitas bukan satu-satunya faktor dalam pencapaian prestasi. Menurut dia, keberhasilan atlet juga membutuhkan latihan, teknik, dan keberanian saat bertanding.
"Jadi dalam keberhasilan suatu atlet itu, satu: ada seringnya latihan. Dua: ada teknik. Yang ketiga: nyali," katanya.
Dengan kembali dipercayanya Lely memimpin FPTI Ponorogo, perhatian terhadap pembinaan atlet dan kebutuhan fasilitas menjadi bagian dari agenda kepengurusan periode berikutnya.
Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi bagian yang diharapkan Releyanda untuk menjalankan amanah tersebut. (Fjr)
Sebelumnya
...


