Rumah Rusak Berat di Slahung Ponorogo Mulai Dibongkar, Puluhan Warga Ikut Membantu
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Puluhan warga bergotong royong membongkar rumah Nari di Dukuh Gupit, Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Senin (19/10/2026). Foto: Istimewa |
Sebanyak sekitar 60 warga turun tangan bergotong royong untuk mengawali pembangunan kembali rumah yang mengalami kerusakan berat tersebut.
Nari selama ini tinggal bersama istri dan dua anaknya di rumah dengan kondisi memprihatinkan, terutama pada bagian atap. Keterbatasan penghasilan dari pekerjaan serabutan membuatnya belum mampu memperbaiki rumah secara mandiri.
Kondisi tersebut mendorong warga sekitar untuk membantu. Pembongkaran bangunan lama menjadi tahap awal sebelum rumah Nari dibangun kembali agar lebih layak ditempati.
Puluhan Warga Bergotong Royong
Pjs Kepala Desa Caluk, Ary Wahyudi, membenarkan bahwa pembongkaran rumah Nari dimulai pada Senin (19/10/2026). Menurut dia, warga menunjukkan antusiasme dalam membantu proses tersebut.
“Hari ini, Senin, 19/10/2026, rumah Pak Nari dibongkar,” ujar Ary Wahyudi.
Proses pembongkaran hingga pembangunan kembali diperkirakan membutuhkan waktu satu sampai dua minggu ke depan.
Selama pengerjaan berlangsung, Nari bersama keluarganya akan menempati tenda sementara yang disiapkan di belakang pekarangan rumah.
Penempatan sementara itu menjadi bagian dari upaya menyediakan tempat tinggal bagi keluarga Nari selama rumah mereka dibangun kembali.
Pemdes Caluk Laporkan Kondisi Nari ke Kecamatan
Selain menggerakkan kepedulian warga, Pemerintah Desa Caluk telah melaporkan kondisi keluarga Nari kepada pihak kecamatan untuk diteruskan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut dicantumkan sebagai pihak tembusan dalam surat dari kecamatan tersebut.
Langkah ini diharapkan membuka peluang dukungan lebih lanjut bagi pembangunan rumah Nari.
Namun, belum ada informasi mengenai bantuan tambahan yang telah disetujui atau direalisasikan melalui laporan tersebut.
Bagi Nari dan keluarganya, gotong royong sekitar 60 warga menjadi dukungan nyata di tengah keterbatasan ekonomi.
Pembongkaran yang dimulai pada Senin itu menjadi langkah awal untuk membangun kembali rumah yang lebih layak bagi mereka. (Nan/Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
