-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Tradisi Kulturun Théthék Mélék Digelar 17 Oktober 2026, Ajakan Berlari untuk Merawat Kebersamaan dan Melestarikan Budaya Lokal Pacitan

Flyer kegiatan Tradisi Kulturun Théthék Mélék ajak untuk merawat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal Pacitan. (Sumber: Disparbudpora Pacitan)
PACITAN, GARDAJATIM.COM: Upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal masyarakat Pacitan dikemas melalui kegiatan olahraga bertajuk “Kulturun Théthék Mélék”. 

Kegiatan lari sejauh 5 kilometer ini mengajak masyarakat, komunitas pelari, hingga keluarga untuk turut memeriahkan seni pertunjukan Thethek Melek Pacitan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga warisan budaya daerah.

Pelaksanaan kegiatan Kulturun Théthék Mélék dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dengan waktu start pukul 15.30 WIB. 

Mengambil titik awal di Pendopo Kabupaten Pacitan dan berakhir di Song Meri, kegiatan ini dirancang tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan antara masyarakat, gaya hidup sehat, dan pelestarian tradisi lokal.

Peserta akan menempuh rute sepanjang 5 kilometer dari Pendopo Kabupaten Pacitan menuju Song Meri, lokasi penyelenggaraan Kulturun Théthék Mélék. 

Melalui rute tersebut, para pelari diajak menikmati pengalaman berlari yang berpadu dengan semangat mengenal, merawat, dan menghidupkan kebudayaan lokal di tengah kehidupan masyarakat modern.

Thethek Melek sendiri merupakan ritual adat masyarakat Pacitan yang berakar pada kearifan lokal agraris. 

Tradisi ini merefleksikan hubungan erat antara manusia, alam, serta kehidupan sosial masyarakat yang tumbuh dari budaya pertanian.

Dalam pelaksanaannya, warga berjalan beriringan menyusuri pematang sawah, menancapkan bongkok atau pelepah kelapa yang telah dilubangi, memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur, kemudian melanjutkan kegiatan dengan makan bersama. 

Rangkaian ritual tersebut mengandung nilai kebersamaan, rasa syukur atas kehidupan dan hasil alam, serta ikhtiar menjaga keselarasan hubungan manusia dengan lingkungan.

Nilai-nilai itulah yang menjadi semangat di balik penyelenggaraan Kulturun Théthék Mélék.

Melalui pendekatan olahraga yang dekat dengan berbagai kalangan, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam memeriahkan seni pertunjukan tradisional sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini terbuka bagi pelari dari berbagai latar belakang, baik anggota komunitas lari maupun masyarakat umum. 

Keluarga juga dipersilakan untuk berpartisipasi, sehingga acara ini dapat menjadi momentum kebersamaan lintas generasi dalam suasana yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pelestarian budaya.

Menariknya, pendaftaran Kulturun Théthék Mélék tidak dipungut biaya alias gratis. 

Panitia juga menyediakan refreshment bagi peserta serta transportasi untuk mengantar peserta kembali ke titik start setelah kegiatan berakhir. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan resmi berikut: https://forms.gle/8Pg9V3hX9AMauWny9. Informasi pendaftaran juga dapat diakses melalui barcode yang tercantum pada materi publikasi kegiatan.

Melalui Kulturun Théthék Mélék, olahraga diharapkan menjadi salah satu cara untuk mendekatkan masyarakat dengan tradisi dan identitas daerahnya. 

Langkah kaki para pelari bukan hanya menempuh jarak lima kilometer, melainkan juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kebudayaan agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan menggabungkan semangat berolahraga, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tradisi, Kulturun Théthék Mélék mengundang masyarakat untuk merayakan budaya Pacitan dengan cara yang inklusif dan bermakna. 

Dari Pendopo Kabupaten Pacitan menuju Song Meri, setiap langkah menjadi ajakan untuk terus merawat warisan budaya dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat. (Eko)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar