-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 PROVINSI JAWA TIMUR🇮🇩

Pemkab Madiun Perkuat Posyandu untuk Tekan Angka Stunting

Penguatan kader, pemberian makanan tambahan, dan peningkatan layanan Posyandu menjadi langkah pemerintah dalam menjaga pertumbuhan balita.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak saat menghadiri kegiatan penguatan kelembagaan Posyandu dan pemberian bahan makanan tambahan bagi balita. (Dok Ist)
GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk menekan angka stunting melalui peningkatan kapasitas kader dan bantuan makanan tambahan bagi balita. 

Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut berlangsung di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (5/11/2026), dengan melibatkan 350 peserta.

Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur itu dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Fitria Purnomo Hadi.

Dari total peserta, 325 orang berasal dari unsur masyarakat bersama balita dan 25 lainnya merupakan kader Posyandu. Selain pembinaan, pemerintah menyalurkan 350 paket bahan makanan tambahan untuk balita di Kabupaten Madiun sebagai bagian dari program tingkat provinsi yang menyasar 9.750 paket di 30 kabupaten/kota serta penguatan kapasitas 750 kader.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, penguatan kelembagaan diperlukan agar Posyandu mampu menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting Jawa Timur tercatat 14,7 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 19 persen.

Arumi turut mengapresiasi capaian Kabupaten Madiun yang berdasarkan hasil Bulan Timbang sebagaimana disampaikan Bupati berada di kisaran 5 persen. Ia meminta pemerintah dan masyarakat menjaga capaian tersebut sekaligus mencegah munculnya kasus baru.

“Kalau belum bisa nol, minimal kita jaga jangan sampai ada stunting baru. Stunting yang sudah ada kita dampingi agar pertumbuhannya bisa terkejar, sementara balita lainnya kita jaga agar tidak mengalami stunting,” ujarnya.

Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menjelaskan, hasil Bulan Timbang Agustus menunjukkan angka stunting sekitar 5 persen dengan tingkat kehadiran balita hampir 97 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan prevalensi berdasarkan SSGI 2024 yang mencapai 12,1 persen. Pemeriksaan pertumbuhan balita melalui Bulan Timbang dilaksanakan secara rutin setiap Februari dan Agustus untuk menyediakan data sebagai dasar penanganan.

“Kami berharap data hasil Bulan Timbang ini bisa menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan agar lebih tepat sasaran. Anak-anak yang masih mengalami stunting akan terus kita dampingi supaya pertumbuhannya bisa segera membaik,” ungkapnya.

Bupati meminta perangkat daerah, camat, kepala desa, tim pembina, dan kader Posyandu memperkuat koordinasi dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta pendampingan keluarga berisiko stunting. 

Ia juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk pemberian ASI eksklusif dan pola asuh yang mendukung kesehatan anak. (@Red/Hms)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar