Pertumbuhan Ekonomi Madiun 7,48 Persen, Investasi Digenjot
Pertumbuhan ekonomi mencapai 7,48 persen, Pemkab Madiun memperkuat investasi, infrastruktur, dan kemitraan pers untuk mendorong pembangunan daerah.
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menyampaikan paparan capaian pertumbuhan ekonomi dan strategi penguatan investasi daerah di forum penguatan kemitraan pers. (Dok Ist) |
GARDAJATIM.COM : Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun mencapai 7,48 persen pada semester I 2026.
Untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus memperluas kesempatan kerja, Pemerintah Kabupaten Madiun mendorong investasi, memperkuat infrastruktur, dan membangun kemitraan dengan berbagai elemen, termasuk insan pers.
Strategi pembangunan itu disampaikan dalam forum penguatan kemitraan pers di Auditorium Royal Darmo, Yogyakarta, Kamis (5/11/2026).
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut perkembangan ekonomi daerah ditopang peningkatan konektivitas melalui infrastruktur jalan dan tol.
Dukungan anggaran untuk belanja jalan daerah mencapai 89,05 persen, sedangkan realisasi investasi telah melampaui 90 persen dari target tahunan hingga September 2026.
Pemkab Madiun juga mengalokasikan 13 persen tata ruang wilayah untuk pengembangan industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kebijakan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja bagi sekitar 3.000 lulusan sekolah menengah kejuruan dan sekolah menengah atas setiap tahun, sekaligus diperkuat melalui kerja sama pendidikan vokasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang membuka lima program studi di Madiun.
"Langkah ini disiapkan untuk menyerap potensi sekitar 3.000 lulusan sekolah menengah kejuruan dan atas setiap tahunnya. Kami juga menjalin kolaborasi pendidikan vokasi bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) yang membuka lima program studi di Madiun," jelas Hari.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan, peningkatan investasi berjalan seiring dengan upaya menekan pengangguran terbuka hingga berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Kebijakan pembangunan daerah, lanjutnya, mencakup lima prioritas, yakni pengurangan pengangguran, penanggulangan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, serta pemenuhan standar hidup layak.
Untuk menjaga kesinambungan pembangunan menuju visi Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), pemerintah daerah menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan birokrasi, industri, akademisi, masyarakat, dan media massa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan agenda pembangunan daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Madiun Suntoko menegaskan, keterlibatan pers dibutuhkan tidak hanya untuk menyampaikan informasi pemerintah, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan dan verifikasi informasi publik.
"Kami memposisikan rekan-rekan pers sebagai mitra kritis sekaligus benteng penyaring kabar bohong demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan," pungkas Suntoko. (@Red/Hms)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
