-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

KPKDG Malang Dorong Penguatan Konten Rohani untuk Atasi Keresahan Jiwa Generasi Muda

Pelatihan Penulisan dan Produksi Konten Digital Berbasis Psiko-Spiritual Didukung Hibah APTIK | Senin 17 November 2025 | Foto : Ist
GARDAJATIM.COM :
Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG) Malang mendorong penguatan konten rohani di tengah derasnya arus informasi yang kerap memengaruhi kondisi psikologis masyarakat. 

Melalui pelatihan menulis dan pembuatan konten digital, komunitas ini berupaya menghadirkan karya rohani yang lebih relevan bagi generasi muda. Kegiatan tersebut digelar di Kolumbarium dan Taman Doa Karmel Parantijati, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Minggu (16/11/2025).

Fr. Blasius Perang, CMM, S.S., Psy menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang mendapat dukungan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK). Menurutnya, isu kesehatan mental saat ini menjadi perhatian serius, baik di tingkat global maupun nasional.

“Ya cukup mendapatkan perhatian, baik dari WHO maupun dari Indonesia sendiri,” ungkap Blasius Perang.

Ia menilai konten rohani dapat menjadi sarana yang menyentuh aspek psiko-spiritual sehingga membantu memberikan ketenangan batin bagi generasi muda. 

Namun, Blasius mengakui masih ada konten rohani yang kurang menarik perhatian anak muda, sementara konten di luar nilai spiritual justru kerap mendorong sikap pesimis dan merasa tidak berdaya.

Di tempat yang sama, Dr. Ardi Wina Saputra, M.Pd, Dosen Universitas Katolik Widya Mandala Kampus Madiun sekaligus Koordinator Kegiatan, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan implementasi hibah pengabdian masyarakat yang kembali dimenangkan pada 2025. Sebelumnya, tim akademisi ini juga memenangkan hibah serupa pada 2022.

“APTIK setiap tahun itu mengadakan kompetisi penelitian dan pengabdian, dan kami bertiga sudah memenangi di tahun 2022, dan di tahun 2025 ini kami memenangi hibah pengabdian pada masyarakat,” tegas Ardi.

Ardi menjelaskan, pengabdian ini ditujukan bagi anggota KPKDG untuk memperkaya kemampuan mereka dalam memproduksi konten rohani berbasis nilai psiko-spiritual. Selama ini, komunitas lebih banyak memproduksi karya tulis seperti puisi, cerpen tiga paragraf (PENTIGRAF), dan bentuk tulisan kreatif lainnya.

Melalui kolaborasi tiga akademisi—dari Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, Universitas Katolik Widya Karya Malang, dan Universitas Atma Jaya Makassar—program ini dirancang untuk membantu KPKDG beradaptasi dengan kebutuhan penyediaan konten digital.

Menurut Ardi, konten digital Katolik masih minim, terutama yang dihasilkan oleh kalangan awam maupun anak muda.

“Intinya harus berani membuat kontennya terlebih dahulu karena selama ini masih sedikit atau mungkin ada tetapi tidak diminati anak-anak muda dan dianggap kurang menarik,” pungkasnya.

Terpisah, Dr. Agustinus Indradi, M.Pd, Dosen Unika Widya Karya Malang sekaligus Koordinator KPKDG Malang, menambahkan bahwa sejak terbentuk pada 2017, komunitas ini telah melakukan berbagai kegiatan penulisan dan pewartaan. Tahun ini, mereka memperluas pendekatan melalui media sosial.

“Media tidak hanya sekedar tulisan, tetapi harus mengikuti perkembangan zaman. Sehingga pewartaan itu bisa melalui sosial media. Maka kami mengadakan pelatihan membuat konten-konten rohani digital,” ujar Indradi. (Sof/Tim)

Editor : Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar