Balai Kota Madiun Sepi Usai OTT KPK Tangkap Wali Kota Maidi
Garda Jatim
... menit baca
GARDAJATIM.COM : Sehari setelah operasi tangkap tangan KPK yang menjerat Wali Kota Madiun Maidi, aktivitas di Balai Kota Madiun terpantau menurun drastis.
Pada Selasa (20/01/2026), suasana perkantoran pemerintahan kota terlihat lebih lengang dibandingkan hari kerja normal.
Pantauan di lokasi menunjukkan minimnya pergerakan pejabat struktural maupun aparatur sipil negara di lingkungan Balai Kota.
Sejumlah ruang kerja tampak sepi, sementara aktivitas pelayanan terlihat berjalan terbatas.
Di halaman Balai Kota, kendaraan dinas berpelat merah masih terparkir rapi.
Namun, mobil dinas Wakil Wali Kota Madiun tidak terlihat berada di lokasi parkir yang biasa digunakan.
Selain itu, keberadaan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun juga belum terpantau hingga siang hari.
Pemerintah Kota Madiun belum menyampaikan keterangan resmi terkait kondisi internal pasca OTT KPK tersebut.
“Sejak pagi Pak Wawali sama Pak Sekda tidak ada,” ujar salah satu pegawai resepsionis Balai Kota pada Selasa (20/1/2026).
Sebelumnya, pada Senin (19/01/2026), tim Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan di sejumlah ruangan Mapolres Madiun sejak pagi.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di wilayah Kota Madiun.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Wali Kota Madiun Maidi terlihat dibawa oleh tim KPK menggunakan iring-iringan kendaraan.
Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, bersama beberapa pihak lainnya.
KPK disebut tengah menangani dugaan perkara yang berkaitan dengan praktik pemberian fee proyek serta pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Para pihak yang diamankan dibawa untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. (Tim/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
