Dishub Pacitan Paparkan Hasil Evaluasi Nataru, Arus Lalu Lintas Terkendali
![]() |
| Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan, Bambang Marhaendrawan. (Foto: Istimewa) |
GARDAJATIM.COM : Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan memastikan arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
Evaluasi pasca-Nataru menunjukkan tidak adanya gangguan signifikan yang berdampak pada keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan, Bambang Marhaendrawan, S.Pt., M.M., menyampaikan hal tersebut saat koordinasi bersama awak media di kantor Dishub Pacitan, Rabu, 7 Januari 2026.
Ia menegaskan kondisi lalu lintas secara umum berada dalam situasi aman.
“Secara umum aman dan faktanya seperti itu. Data tidak menunjukkan hal-hal yang mengkhawatirkan,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, capaian tersebut tidak terlepas dari perencanaan dan antisipasi yang telah disiapkan sejak jauh hari.
Dishub Pacitan bekerja bersama instansi terkait dalam mengatur lalu lintas selama periode libur panjang.
Selama Nataru, Dishub menerapkan sejumlah langkah strategis, termasuk rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan akibat peningkatan jumlah wisatawan.
Pengalihan arus dilakukan di beberapa titik, terutama kawasan wisata dengan tingkat kunjungan tinggi.
“Pacitan bagian barat aktivitasnya sangat tinggi saat Nataru. Karena itu kami hadir langsung di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas,” jelasnya.
Hasil pengamanan menunjukkan adanya sejumlah kecelakaan lalu lintas sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Namun, Bambang memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Capaian itu disebut sebagai indikator keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keselamatan berlalu lintas.
Dishub Pacitan berperan aktif sebagai mitra instansi vertikal, khususnya Polri dan TNI.
Dishub dan kepolisian saling bertukar data lalu lintas sebagai dasar pengambilan kebijakan di lapangan.
Pola kerja sama tersebut dinilai efektif dalam menjaga stabilitas transportasi selama masa libur panjang.
“Kami membangun sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kabupaten dengan instansi vertikal agar semua bisa berjalan dengan baik di Pacitan,” ujarnya.
Libur Nataru resmi berakhir pada 2 Januari 2026. Sejak 3 Januari, Dishub Pacitan melakukan normalisasi arus lalu lintas di seluruh wilayah kabupaten.
Bambang menambahkan, pengamanan lalu lintas juga sejalan dengan prioritas pembangunan sektor pariwisata yang dicanangkan Bupati Pacitan.
Seluruh organisasi perangkat daerah turut memberikan dukungan sesuai kewenangannya masing-masing.
“Support kami dari sisi lalu lintas, jalur, dan infrastruktur pendukung agar pariwisata Pacitan bisa berkembang dengan aman dan nyaman,” katanya.
Sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur, Dishub Pacitan juga melakukan pengecekan dan perbaikan ratusan lampu penerangan jalan hingga Desember 2025.
Upaya tersebut difokuskan pada jalur-jalur rawan dan titik strategis.
Bambang menjelaskan, aset penerangan jalan di Pacitan tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dishub.
Kepemilikan tersebar di berbagai pihak, mulai dari masyarakat, desa, pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat melalui BPJN, hingga swasta.
“Kalau memang kami mampu dan memungkinkan, langsung kami perbaiki. Terutama di jalur-jalur rawan,” ungkapnya.
Ke depan, Dishub Pacitan akan terus memetakan titik rawan lalu lintas dan memperkuat koordinasi lintas pendanaan.
Sumber pembiayaan akan diupayakan melalui APBD kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan. (@Acir H)
Editor : Redaksi
