Dorong Pemberdayaan Petani, DKPP Pacitan Gandeng Dua Perusahaan Tembakau
Eko Purnomo
... menit baca
![]() |
| Muhtar Yahya, S.P., M.M., Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan. (FOTO: Eko Purnomo/gardajatim). |
GARDAJATIM.COM: Beberapa tahun terakhir Kabupaten Pacitan terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian tembakau. Hal itu sebagai bagian dari amanah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk terus meningkatkan kualitas bahan baku.
Dalam hal ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan berupaya untuk terus memperluas tanaman tembakau di berbagai wilayah Pacitan.
Menurut Kabid Perkebunan DKPP Pacitan, Muhtar Yahya, S.P., M.M., mengatakan bahwa DKPP saat ini masih terus memfasilitasi petani dengan menggandeng dua perusahaan besar tembakau untuk menyerap hasil panen petani Pacitan.
"Masih sama dengan tahun 2025, ada dua perusahaan yang menjadi mitra petani tembakau," ujar Muhtar Yahya atau yang akrab disapa Yoyok, Rabu (21/1/2026).
Dua perusahaan tersebut yakni PT. AOI dari Klaten, Jawa Tengah dan PT Sadana yang ada di Ponorogo, Jawa Timur. Keduanya menyerap due jenis varietas tembakau yang berbeda.
"Varietas Virginia nanti jualnya ke PT Sadana, sedangkan untuk jenis Grompol nanti PT AOI yang menyerap," bebernya.
Meski demikian, Yoyok menjelaskan bahwa saat ini belum memasuki masa tanam tembakau. Hal ini dikarenakan tembakau tidak cocok di tanam pada musim penghujan.
"Awal tanam sekitar bulan April," ucap Yoyok singkat.
Ia berharap dengan adanya perusahaan yang siap menyerap hasil panen tersebut bisa menambah semangat para petani untuk terus meningkatkan tanaman tembakaunya.
Selain itu, bantuan-bantuan lain seperti alsintan, pupuk dan berbagai fasilitas lain yang diberikan pemerintah melalui kelompok tani maupun langsung ke petani juga diharapkan memiliki multiplayer efek di masyarakat. (Eko)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
