-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 7 Madiun Perkuat Mitigasi dan Kesiapan Prasarana KA

Petugas KAI Daop 7 Madiun mengecek rel antisipasi cuaca ekstrem. (Dok. Humas KAI)
GARDAJATIM.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan prasarana perkeretaapian menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan perjalanan kereta api tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pemantauan intensif dilakukan terhadap seluruh prasarana dan sarana perkeretaapian. 

Personel juga disiagakan di lapangan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu operasional perjalanan kereta api.

“Keselamatan perjalanan KA adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, kami melakukan mitigasi terukur dan menyiagakan personel di lapangan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” ujar Tohari, Kamis (22/1/2026).

Sebagai upaya deteksi dini, KAI Daop 7 Madiun rutin melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur rel dan sistem persinyalan agar tetap berfungsi optimal meski diguyur hujan. 

Selain itu, pemetaan ulang juga dilakukan terhadap titik-titik rawan banjir dan tanah longsor di sepanjang wilayah kerja Daop 7.

KAI Daop 7 Madiun juga terus bersinergi dengan BMKG melalui pemantauan prakiraan cuaca secara real-time. 

Informasi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan operasional guna meminimalkan potensi gangguan perjalanan kereta api.

Di lapangan, berbagai langkah tanggap darurat telah disiapkan. 

Di antaranya normalisasi saluran air dengan membersihkan dan menata drainase di sekitar jalur KA untuk mencegah genangan yang dapat mengganggu struktur jalan rel.

Selain itu, petugas melakukan ruwing atau pemangkasan pohon di sepanjang jalur yang berpotensi tumbang dan mengganggu perjalanan kereta api (PERKA). 

KAI Daop 7 Madiun juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di titik-titik strategis yang berisi material seperti pasir, batu balast, dan bantalan rel untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan.

Kepada pelanggan, KAI Daop 7 Madiun mengimbau agar datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi hambatan lalu lintas akibat hujan.

Pelanggan juga didorong memanfaatkan layanan Face Recognition untuk mempercepat proses boarding.

Untuk menjaga kenyamanan, KAI telah menyediakan fasilitas alat pengering payung di sejumlah stasiun besar.

Pelanggan juga diminta selalu mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi kondisi tidak normal di area stasiun maupun di dalam kereta.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas bagi pelanggan meskipun di tengah tantangan cuaca. Kami berupaya maksimal meminimalisir dampak cuaca ekstrem melalui kesiapsiagaan personel 24 jam di lapangan,” tutup Tohari. (Hms/Mah)


Editor: Redkasi 

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar