-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Korban Tenggelam di Sungai Desa Golan Ditemukan Meninggal Dunia


Korban laka air di Sungai Desa Golan dievakuasi tim gabungan dan dibawa ke RSUD Soedono Madiun untuk pemeriksaan. (Foto: Ist)
GARDAJATIM.COM: Pencarian terhadap warga Desa Golan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di sungai setempat akhirnya membuahkan hasil. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (26/1/2026) pagi.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, S.T., mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari titik awal diduga terpleset atau jatuh ke sungai.

Korban diketahui bernama Sami (70), warga Dukuh Nglencong, Desa Golan, Kecamatan Sawahan.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Minggu (25/1/2026) setelah diduga terpeleset saat membuang sampah di tepi sungai dan tidak kembali ke rumah.

Upaya pencarian telah dilakukan sejak Minggu sore setelah BPBD Kabupaten Madiun menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB. 

Informasi awal menyebutkan kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Pencarian malam hari dilakukan secara terbatas dengan menyisir jalur darat di sekitar bantaran sungai. 

Namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan karena kondisi medan yang sulit dan minimnya pencahayaan.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Senin pagi dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Madiun, TNI, Polri, perangkat desa, relawan, serta masyarakat setempat. 

Tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni penyisiran melalui jalur air dan jalur darat.

Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD Soedono Madiun untuk dilakukan pemeriksaan. 

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Madiun untuk mengurangi aktivitas ditepi sungai selama musim penghujan ini.

“Diharapkan untuk masyarakat Kabupaten Madiun selama musim penghujan agar mengurangi atau menghindari aktivitas di sungai dan selalu waspada pada saat terjadinya hujan lebat,Kenali lingkungannya utk bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan” ujarnya. (@Mah)


Editor: Redaksi 

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar