Musim Hujan, Petani Tembakau Pacitan Fokus Tanam Padi dan Jagung
Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Lahan Tembakau Dialihkan Sementara karena Curah Hujan Tinggi dan Genangan Air. (Foto : Dok. Acr) |
GARDAJATIM.COM : Memasuki puncak musim penghujan, petani tembakau di Kabupaten Pacitan mengalihkan pemanfaatan lahan mereka ke komoditas padi dan jagung.
Langkah ini diambil karena tingginya curah hujan menyebabkan lahan tergenang air dan tidak cocok untuk tanaman tembakau.
Peralihan tersebut terjadi di sejumlah wilayah sentra tembakau, salah satunya di Desa Gondosari, Kecamatan Punung.
Petani setempat menilai kondisi tanah yang terlalu basah berisiko merusak tanaman tembakau apabila tetap dipaksakan untuk ditanam.
Sugeng, petani tembakau asal Gondosari, mengatakan pengalihan lahan dilakukan sebagai langkah adaptasi terhadap kondisi cuaca.
“Selama musim hujan ini lahan tembakau kami alihkan ke padi dan jagung, karena tidak memungkinkan untuk kita tanami tembakau karena debit air tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanaman tembakau baru akan kembali dilakukan setelah musim hujan berakhir.
“Kemungkinan bulan Mei kita baru akan melakukan penanaman tembakau lagi dan kita biasa menanam tembakau jenis grompol,” kata Sugeng.
Kondisi serupa juga dialami petani tembakau di wilayah lain di Pacitan, termasuk Desa Banaran, Kecamatan Pringkuku.
Di daerah ini, petani juga memilih menanam padi dan jagung selama musim penghujan.
Lotren, petani tembakau asal Banaran Pringkuku, menyebut tembakau memang hanya cocok ditanam saat musim kemarau.
“Kalau untuk tembakau biasanya kita hanya menanam pada musim kemarau saja mas, karena untuk musim hujan lahan kita tanami padi juga jagung karena tembakau jika kebanyakan air tidak bisa hidup,” ujarnya.
Lotren menjelaskan, jenis tembakau yang biasa ia tanam adalah virginia.
“Kita biasanya menanam tembakau jenis virginia yang bibitnya disediakan oleh PT Sadana Ponorogo, kita belinya di situ,” pungkasnya.
Pengalihan tanaman musiman ini menjadi pola umum yang dilakukan petani tembakau Pacitan sebagai upaya menjaga produktivitas lahan sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat faktor cuaca ekstrem. (@Acr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
