-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Panen Raya Nasional, Kabupaten Madiun Tegaskan Capaian Swasembada Pangan

Pemerintah Kabupaten Madiun mengikuti Panen Raya Nasional secara daring dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun | Rabu, 7 Januari 2026 | Foto : (Dok.Mah)
GARDAJATIM.COM: 
Pemerintah Kabupaten Madiun mengikuti Panen Raya Nasional dan pengumuman Swasembada Pangan yang dipimpin Presiden Republik Indonesia secara daring, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti dari Halaman Parkir Timur Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun (Puspem) bersama unsur Forkopimda dan kelompok tani.

Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menegaskan bahwa Kabupaten Madiun saat ini telah mencapai swasembada pangan. 

Bahkan, dari sisi produksi padi, Kabupaten Madiun menempati peringkat ketujuh sebagai daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Jawa Timur.

“Alhamdulillah, Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah yang sudah swasembada pangan. Di Jawa Timur, Kabupaten Madiun berada di urutan ketujuh sebagai daerah penghasil padi,” ujar Hari Wuryanto.

Ia menjelaskan, ketersediaan stok pangan di Kabupaten Madiun dalam kondisi aman dan mencukupi. 

Pemerintah daerah juga telah menjalin kerja sama dengan Perum Bulog guna memastikan penyerapan hasil panen petani berjalan optimal.

“Untuk stok pangan, alhamdulillah mencukupi. Kami sudah bekerja sama dengan Bulog sehingga penyerapan gabah petani dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hari Wuryanto menekankan bahwa capaian swasembada pangan tersebut harus terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Seperti yang disampaikan Presiden, swasembada pangan harus terus dijaga. Insyaallah, bersama para petani dan seluruh komponen di Kabupaten Madiun, capaian ini dapat terus dipertahankan,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm. Untoro menyampaikan bahwa TNI siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan. 

Dukungan tersebut dilakukan melalui pendampingan langsung kepada petani di lapangan.

“Peran TNI dalam ketahanan pangan merupakan perintah pimpinan untuk membantu Kementerian Pertanian. Seluruh personel, khususnya Babinsa, dilibatkan untuk mendampingi petani, termasuk dalam proses penyerapan gabah oleh Bulog,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun target Luas Tambah Tanam (LTT) dan serapan gabah tahun 2026 belum ditetapkan, TNI siap mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kami siap mendukung berapapun target yang ditetapkan, serta mendukung Pemerintah Kabupaten Madiun dalam menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” pungkasnya. (@Mah)


Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar