Usai Libur Lebaran, Pemkab Madiun Gelar Apel Wajib dan Silaturahmi ASN

Bupati Madiun Hari Wuryanto memimpin apel di Pendopo Ronggo Djumeno. (Dok. Pemkab Madiun)

GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kabupaten Madiun mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengikuti apel bersama usai libur panjang Lebaran 2026 sebagai bagian dari konsolidasi internal pemerintahan. 

Kegiatan yang digelar di Pendopo Ronggo Djumeno, Rabu (25/3/2026), ini diikuti ribuan ASN dari berbagai instansi.

Apel tersebut menjadi langkah awal penataan kembali ritme kerja setelah masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah. 

ASN dari organisasi perangkat daerah, kecamatan hingga puskesmas hadir untuk memperkuat koordinasi dan komitmen pelayanan publik.

Bupati Madiun Hari Wuryanto memimpin langsung apel didampingi Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi. 

Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadan sebagai pijakan meningkatkan kualitas kinerja.

“Setelah satu bulan kita ditempa melalui ibadah puasa, kemenangan spiritual ini harus menjadi modal bagi panjenengan semua untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Hari Wuryanto.

Ia menilai nilai kejujuran, kedisiplinan, dan keikhlasan yang terbentuk selama Ramadan harus tercermin dalam tugas sehari-hari ASN. Integritas, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Selain itu, Bupati yang akrab disapa Hari Wur mengingatkan agar Idul Fitri tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. 

Ia mendorong ASN memperkuat semangat kebersamaan dan saling memaafkan dalam lingkungan kerja.

“Kalau panjenengan bisa memberikan layanan terbaik dengan ikhlas, insyaallah apa yang panjenengan dapatkan akan lebih baik dari apa yang panjenengan lakukan,” katanya.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan makan bersama sebagai bagian dari penguatan hubungan antarpegawai. 

Pemerintah daerah menyediakan hidangan khas Lebaran berupa opor ayam, ketupat, dan lontong.

Silaturahmi ASN setelah kegiatan apel (Dok. Pemkab Madiun.)

Hari menyebutkan, penyajian menu tersebut merupakan tradisi masyarakat Jawa saat memasuki bulan Syawal sekaligus upaya menjaga kebersamaan. 

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memastikan kondisi ASN tetap sehat setelah menjalani ibadah puasa.

“Ini budaya kita. Biasanya setelah Ramadan dan memasuki Syawal, ada opor ayam dan ketupat. Kita ingin menjaga kebersamaan sekaligus melestarikan tradisi,” ujarnya.

Melalui apel wajib ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh ASN kembali fokus bekerja dengan disiplin dan konsisten. 

Konsolidasi pascalibur diharapkan mampu memperkuat kinerja pemerintahan dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. (@red)

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Usai Libur Lebaran, Pemkab Madiun Gelar Apel Wajib dan Silaturahmi ASN
  • Usai Libur Lebaran, Pemkab Madiun Gelar Apel Wajib dan Silaturahmi ASN
  • Usai Libur Lebaran, Pemkab Madiun Gelar Apel Wajib dan Silaturahmi ASN
  • Usai Libur Lebaran, Pemkab Madiun Gelar Apel Wajib dan Silaturahmi ASN
  • Usai Libur Lebaran, Pemkab Madiun Gelar Apel Wajib dan Silaturahmi ASN
  • Usai Libur Lebaran, Pemkab Madiun Gelar Apel Wajib dan Silaturahmi ASN
Posting Komentar