Perjalanan SH Terate Cabang Ponorogo, Menjadi Salah Satu Kekuatan Terbesar di Indonesia
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo. (Foto: doc. WTR) |
Dari awal yang sederhana pada 1977, organisasi ini kini memiliki ratusan ribu anggota yang tersebar di berbagai ranting dan rayon.
Tonggak sejarah cabang ini dimulai pada 1977, saat 11 siswa pertama resmi disahkan. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, para sesepuh dan pelatih menanamkan nilai-nilai Setia Hati melalui pendekatan pembinaan yang menekankan keseimbangan antara kemampuan fisik, mental, dan moral.
Seiring waktu, pertumbuhan SH Terate Cabang Ponorogo berlangsung pesat. Dari jumlah anggota yang awalnya belasan orang, kini berkembang menjadi ratusan ribu anggota aktif. Hingga saat ini, struktur organisasi telah mencakup 29 ranting/komisariat serta ratusan rayon yang menjadi pusat pembinaan di tingkat bawah.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran kepemimpinan yang silih berganti. Tercatat sembilan ketua cabang yang telah memimpin dan membawa organisasi ini melewati berbagai fase perkembangan, yakni Mas Mukirin (Almarhum), Mas Sudiarto (Almarhum), Mas Jumingan, Mas Sumarno, Mas Yusuf Supanuju, Mas Prijono Boedi Setiawan, Mas Asmuni (Almarhum), Mas Sutrisno (Almarhum), dan Mas Moh. Komarudin sebagai ketua saat ini.
Setiap periode kepemimpinan membawa kontribusi dalam memperkuat jaringan organisasi, memperluas wilayah pembinaan, serta menjaga soliditas antaranggota.
Selain fokus pada pengembangan pencak silat, SH Terate Cabang Ponorogo juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Salah satu kegiatan khas yang menjadi identitas cabang ini adalah “Bumi Reog Berdzikir” (BRB), sebuah event spiritual yang pertama kali digelar pada 2017.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi warga SH Terate, sekaligus mempererat persaudaraan dalam balutan nuansa religius.
Dengan fondasi nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan pengabdian, SH Terate Cabang Ponorogo terus berupaya mempertahankan eksistensinya di tengah dinamika zaman.
Prinsip “Memayu Hayuning Bawana” menjadi landasan dalam setiap langkah pembinaan, sekaligus arah dalam berkontribusi bagi masyarakat luas.
Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa SH Terate Cabang Ponorogo tidak hanya berkembang sebagai organisasi pencak silat, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan solidaritas bagi generasi muda di Ponorogo.
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
