23 SMP Negeri di Ponorogo Kekurangan Murid Baru, Dinas Pendidikan Buka Pendaftaran Offline
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Suasana pelayanan di Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com) |
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo membuka kembali pendaftaran secara offline untuk mengisi kursi yang masih kosong.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo yang juga Ketua Panitia SPMB, Farida Nuraini, mengatakan kekurangan peserta didik terjadi di sejumlah sekolah dengan jumlah yang bervariasi.
Ada sekolah yang hanya kekurangan beberapa siswa, namun ada pula yang belum memenuhi kuota hingga puluhan peserta didik.
"Masih ada sejumlah SMP negeri yang belum memenuhi kuota. Karena itu kami membuka pendaftaran secara offline agar calon peserta didik yang belum terakomodasi dalam sistem online tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah," kata Farida.
Data Dinas Pendidikan mencatat, SMPN 1 Sawoo menjadi sekolah dengan kekurangan peserta didik terbanyak, yakni 83 siswa.
Disusul SMPN 1 Babadan yang masih kekurangan 48 siswa, SMPN 5 Ngrayun sebanyak 44 siswa, SMPN 2 Satu Atap Jambon 43 siswa, SMPN 1 Pudak 40 siswa, serta SMPN 1 Sooko dan SMPN 2 Bungkal yang masing-masing masih membutuhkan 38 siswa.
![]() |
| Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Farida Nuraini, S.Sos.,M.M. |
Selain itu, SMPN 1 Sampung masih kekurangan 36 siswa, SMPN 2 Babadan 32 siswa, SMPN 2 Sampung 31 siswa, SMPN 3 Sampung 29 siswa, SMPN 4 Ngrayun 26 siswa, SMPN 1 Sukorejo dan SMPN 1 Slahung masing-masing 24 siswa, SMPN 4 Sawoo 21 siswa, serta SMPN 1 Siman, SMPN 2 Badegan, dan SMPN 2 Sooko yang masing-masing masih kekurangan 20 siswa. SMPN 3 Sambit juga belum memenuhi kuota dengan kekurangan 18 siswa.
Sementara itu, SMPN 3 Slahung, SMPN 2 Jenangan, SMPN 2 Jetis, dan SMPN 5 Sawoo juga dilaporkan belum memenuhi daya tampung, meski jumlah kekurangannya belum dirinci oleh panitia.
Farida menjelaskan, pembukaan pendaftaran offline ditujukan untuk menjangkau calon peserta didik yang belum mengikuti pendaftaran daring maupun yang belum memperoleh sekolah pada tahapan sebelumnya.
"Kami berharap melalui pendaftaran offline ini kuota yang masih kosong dapat terisi sehingga seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan layanan pendidikan dan proses belajar mengajar dapat berjalan optimal pada tahun ajaran baru," ujarnya.
Dinas Pendidikan mengimbau orang tua yang anaknya belum memperoleh sekolah agar segera mendatangi SMP negeri yang masih membuka pendaftaran offline sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia SPMB. (Fjr)
Sebelumnya
...

