Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Ponorogo Panen Sayur Hasil Pembinaan Warga Binaan
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Kepala Rutan Ponorogo Muhammad Agung Nugroho bersama jajaran memanen sayuran hasil pembinaan warga binaan. |
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, didampingi pejabat struktural dan jajaran petugas.
Berbagai jenis sayuran yang dipanen di antaranya kangkung, pakcoy, dan labu yang selama ini dibudidayakan oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Muhammad Agung Nugroho mengatakan, pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan Rutan merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
“Meski memiliki keterbatasan lahan, kami berupaya memaksimalkan setiap ruang yang tersedia agar tetap produktif dan memberikan manfaat. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh proses budidaya dilakukan oleh warga binaan, mulai dari penyemaian bibit, penanaman, perawatan hingga panen. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendampingan dan pengawasan petugas sehingga berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Selain menghasilkan bahan pangan segar, program pertanian sederhana ini juga menjadi media pembelajaran yang bermanfaat bagi warga binaan. Mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan bercocok tanam yang dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Hasil panen yang diperoleh selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Rutan. Dengan demikian, warga binaan dapat menikmati bahan pangan yang lebih segar, sehat, dan bernilai gizi.
Melalui optimalisasi lahan sempit yang tersedia, Rutan Ponorogo membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berkarya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berdampak positif bagi masyarakat. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
