-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Hadapi Era AI, Pemkab Ponorogo Nilai Kualitas SDM Dimulai dari Pola Asuh di Rumah

Sekda Ponorogo mengingatkan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak saat Harganas ke-33. Fenomena fatherless dinilai mengancam kualitas SDM
Foto: Ilustrasi Ai.
GARDAJATIM.COM: Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengingatkan bahwa persaingan di era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan formal. Fondasi daya saing generasi mendatang justru dibangun sejak anak berada di dalam keluarga.

Pesan itu menjadi benang merah dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Pendopo Agung Ponorogo, Senin, 29 Juni 2026.

Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Sugiarto menyatakan pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pola pengasuhan yang sehat, pemenuhan gizi, serta keterlibatan aktif kedua orang tua.

Menurut Agus, tantangan Indonesia memasuki era digital dan bonus demografi tidak cukup dijawab dengan pembangunan infrastruktur maupun peningkatan akses pendidikan.

Keluarga menjadi ruang pertama yang menentukan kualitas karakter, kesehatan mental, dan kemampuan anak beradaptasi dengan perubahan teknologi.

"Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga," kata Agus saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Ia menjelaskan terdapat tiga fondasi utama dalam membangun keluarga berkualitas, yakni pemenuhan gizi untuk mencegah stunting, pendidikan karakter sejak usia dini, serta penguatan ketahanan mental anak.

Ketiga aspek tersebut dinilai saling berkaitan dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi perubahan sosial maupun perkembangan teknologi.

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyoroti fenomena berkurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Menurut dia, tidak sedikit ayah hadir di rumah secara fisik, tetapi minim membangun kedekatan emosional dengan anak. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pembentukan karakter dan kesehatan mental anak.

Pemerintah juga mengingatkan agar penggunaan gawai tidak menggerus komunikasi di lingkungan keluarga.

Orang tua didorong menyediakan waktu berdialog dengan anak, membatasi penggunaan layar, serta menciptakan suasana rumah yang hangat sebagai ruang bertumbuh bagi seluruh anggota keluarga.

Bagi Pemkab Ponorogo, Harganas tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas keluarga dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak usia dini. (Kominfo/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar