-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Pengurus PSHT Cabang Ponorogo Dikukuhkan, Komarudin kembali Nahkodai Organisasi

Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko HW, memimpin prosesi pengukuhan Pengurus Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Ahad, 7 Juni 2026. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026-2031, di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Ahad, 7 Juni 2026.

Pengukuhan itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen menjaga persaudaraan dan sinergi dengan berbagai pihak.

Acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Pusat PSHT H. Issoebiantoro beserta jajaran, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun R. Moerdjoko HW beserta pengurus pusat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ponorogo, Ketua IPSI Ponorogo, para ketua ranting dan komisariat, serta pimpinan perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI Ponorogo.

Dalam prosesi tersebut, Moh. Komarudin ditetapkan sebagai Ketua PSHT Cabang Ponorogo. Sementara itu, KH. Hasyim Ashari dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Cabang PSHT Ponorogo.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Moerdjoko HW. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan demi memperkuat organisasi.

"Yang kurang harus diperbaiki. Yang sudah baik dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Sinergitas dengan Forkopimda harus terus dijaga agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik," kata Moerdjoko.

Ia menilai hubungan harmonis antara organisasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas serta memperkuat peran PSHT di tengah masyarakat.

Ketua PSHT Cabang Ponorogo, Moh. Komarudin mengatakan, jabatan dalam organisasi bukanlah sebuah keistimewaan apabila tidak dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Menjadi pengurus, baik periode kedua, ketiga, maupun keempat, tidak ada istimewanya jika tidak mampu mengemban amanat dengan baik. Yang paling penting dalam berorganisasi adalah kemampuan untuk bersinergi dalam membangun rasa persaudaraan," ujarnya.

Menurut Komarudin, pengukuhan tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan pembinaan anggota secara lebih terstruktur.

SH Terate Cabang Ponorogo, kata dia, harus mampu mendidik, membimbing, dan mengarahkan seluruh warga persaudaraan sesuai dengan nilai-nilai organisasi.

Ia menjelaskan, kepengurusan baru tidak mengalami banyak perubahan mendasar. Penataan lebih difokuskan pada penyesuaian bidang kerja agar sesuai dengan kemampuan dan porsi masing-masing pengurus.

Pengurus yang dinilai tidak aktif, kata dia, tidak lagi dilibatkan dalam struktur baru. Sebaliknya, pengurus yang selama ini menunjukkan komitmen akan ditempatkan sesuai bidang yang dikuasai agar organisasi berjalan lebih efektif.

Komarudin juga menegaskan posisi strategis PSHT Cabang Ponorogo sebagai salah satu penyangga utama PSHT Pusat Madiun.

Dengan jumlah anggota yang diperkirakan mencapai 150 ribu hingga 200 ribu orang, kekuatan PSHT Ponorogo dinilai mampu memperkokoh pondasi organisasi induk di Madiun.

"Makna penyangga utama adalah memperkuat pondasi atau akar SH Terate Pusat Madiun. Dengan potensi yang dimiliki, Ponorogo siap menyokong dan membantu kekuatan SH Terate di Madiun," tuturnya.

Untuk diketahui, Moh. Komarudin saat ini berusia 54 tahun. Ia disahkan sebagai warga SH Terate (Satria Anom) pada 1989 dan disahkan menjadi warga tingkat II (Wira Anom) pada 2018.

Amanah yang kini diembannya diharapkan dapat memperkuat peran PSHT Ponorogo sebagai organisasi pencak silat yang menjunjung nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan pengabdian kepada masyarakat. (Fjr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar