Pokdakan Dadi Ngremboko Desa Punjung Lakukan Pemasangan Instalasi Kolam Bioflok Lele, Komitmen Jadi Pioner Pemberdayaan Masyarakat
![]() |
| Anggota Pokdakan Dadi Ngremboko Desa Punjung yang mayoritas diisi anak-anak muda lakukan pemasangan instalasi kolam bioflok untuk budidaya ikan lele. |
GARDAJATIM.COM: Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Dadi Ngremboko Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan melaksanakan kegiatan kerja bakti pemasangan instalasi kolam bioflok pada hari Minggu (7/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan dari Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan.
Sebanyak 4 kolam bioflok yang nanti akan digunakan untuk budidaya ikan lele telah diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Nanang Hardwijono, S.Sos., M.Si pada hari Kamis (4/6/2026).
Ia berharap kelompok yang mendapatkan program ini bisa menjadi pioner pemberdayaan dan menjadi usaha yang terus berkelanjutan di Desa Punjung.
"Kami berharap kelompok ini dibentuk tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan program, tetapi benar-benar bisa menjadi pioner pemberdayaan dan bisa sustainable," ucap Nanang Hardwijono.
![]() |
| Sosialisasi penerimaan bantuan kolam bioflok dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan Nanang Hardwijono, Kamis (4/6/2026). |
Selain kolam bioflok, Pokdakan Dadi Ngremboko juga mendapatkan benih sebanyak 10.000 ekor beserta pakanya selama 1 siklus panen.
Ketua Pokdakan, Eko mengatakan bahwa anggota kelompok ini mayoritas diisi oleh anak-anak muda.
Dirinya menjelaskan, tujuan pembentukan kelompok ini agar bisa menjadi wadah pemberdayakan masyarakat, khususnya melalui bidang usaha budidaya ikan air tawar.
Menurutnya, program-program dari pemerintah yang masuk ke desa selama ini kurang maksimal pengelolaanya. Untuk itu, dirinya bersama kelompok ingin menjadi pelopor pemberdayaan yang benar-benar mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
"Hari ini kami laksanakan kerja bakti pemasangan instalasi sebanyak 4 kolam bioflok. Kami ingin kelompok yang kami bentuk ini tidak hanya formalitas untuk mengakses program dari pemerintah. Kami akan berusaha mengelola stimulan yang diberikan ini dengan baik dan terus berkelanjutan," terangnya, Minggu (7/6/2026).
Selain itu, kondisi ekonomi serta anggaran pemerintah yang terkuras untuk kegiatan fisik juga menjadi motivasinya untuk melakukan berbagai inovasi dan terobosan.
"Kami melihat kondisi ekonomi masyarakat maupun kondisi fiskal pemerintah saat ini memprihatinkan. Paling tidak ketika ada jalan yang rusak cukup parah ada sumber pendapatan untuk melakukan penanganan sementara, karena tidak mungkin selalu memungut dari masyarakat maupun mengandalkan bantuan dari pemerintah," tandasnya.

