Seratus Warga Binaan Ikuti Skrining HIV/AIDS, Rutan Ponorogo Perkuat Upaya Pencegahan Penyakit Menular
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Ponorogo mengikuti sosialisasi kewaspadaan Hantavirus dan skrining massal HIV/AIDS. |
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi kewaspadaan terhadap risiko penularan Hantavirus serta skrining massal HIV/AIDS bagi warga binaan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Kamis (5/6).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Ponorogo tersebut diikuti oleh 100 warga binaan. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, bersama Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo beserta tim kesehatan.
Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan edukasi mengenai berbagai penyakit menular, khususnya Hantavirus dan HIV/AIDS.
Materi yang disampaikan meliputi penyebab penyakit, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Warga binaan tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan memanfaatkan sesi tanya jawab untuk memperoleh informasi lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah penyebaran penyakit menular.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan skrining massal HIV/AIDS yang dilaksanakan oleh tim kesehatan secara profesional. Pelaksanaan skrining dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek kerahasiaan dan kenyamanan peserta.
Dari hasil pemeriksaan yang diikuti oleh seluruh peserta, sebanyak 100 warga binaan dinyatakan non-reaktif atau negatif HIV/AIDS.
Hasil tersebut menjadi indikator positif terhadap upaya pembinaan, pengawasan, dan pelayanan kesehatan yang selama ini dijalankan di lingkungan Rutan Ponorogo.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa kesehatan warga binaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan yang harus terus mendapat perhatian.
“Melalui kegiatan ini kami berharap warga binaan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya penyakit menular serta pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan menjadi wujud komitmen kami dalam menciptakan lingkungan Rutan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit,” ujarnya.
Menurutnya, langkah preventif melalui edukasi dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan warga binaan sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
Sinergi antara Rutan Ponorogo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo diharapkan dapat terus berlanjut guna meningkatkan kesadaran kesehatan warga binaan.
Dengan demikian, proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan mendukung terwujudnya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, serta berkelanjutan. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
