-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Aspirasi Mitra MBG Ponorogo: Penghentian Distribusi Dinilai Picu Efek Berantai bagi Ekonomi Lokal

Mitra SPPG Nailan Slahung Ponorogo menyampaikan aspirasi agar pemerintah memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tanpa menghentikan
Agus Zamroni. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai telah membawa harapan bagi banyak masyarakat.

Namun, ketika distribusi dihentikan sementara untuk evaluasi, dampaknya tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga para mitra yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada program tersebut.

Hal itu disampaikan Agus Zamroni, Mitra SPPG Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Ia menilai pemerintah perlu memperbaiki tata kelola program tanpa mengorbankan masyarakat yang telah menjadi bagian dari ekosistem MBG.

Menurut Agus, tujuan utama MBG sangat baik karena membantu memenuhi kebutuhan gizi pelajar, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia.

Meski bantuan diberikan satu kali sehari, program tersebut dinilai sangat berarti bagi kelompok yang membutuhkan.

"Program ini sangat bagus dan sangat dinanti masyarakat. Yang perlu diperbaiki adalah manajemennya, bukan manfaat programnya," ujar Agus, Jumat, 3 Juli 2026.

Ia juga berharap pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan pengawasan.

Menurutnya, apabila terdapat dugaan penyimpangan oleh oknum pengelola, penegakan hukum tetap harus dilakukan tanpa menghentikan pelayanan kepada masyarakat.

Agus mengaku prihatin apabila dugaan persoalan tata kelola justru berdampak luas terhadap ribuan mitra, relawan, pemasok bahan pangan, petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil yang telah membangun rantai ekonomi melalui program tersebut.

Menurutnya, penghentian distribusi MBG selama proses evaluasi membuat banyak pelaku usaha kehilangan pemasukan.

Dampaknya mulai dirasakan pada kemampuan membayar cicilan modal usaha, kredit kendaraan, hingga kewajiban kredit perumahan.

"Yang terdampak bukan hanya mitra SPPG, tetapi juga supplier, petani, peternak, toko kelontong, dan seluruh jaringan ekonomi yang sudah terbentuk," katanya.

Agus berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi selama masa evaluasi berlangsung. Salah satu usulannya adalah pemberian kompensasi atau dukungan operasional bagi mitra yang aktivitasnya terhenti akibat kebijakan penghentian sementara distribusi.

Ia menilai langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan ekonomi para pelaku yang telah berinvestasi dalam program MBG sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Di akhir pernyataannya, Agus menegaskan bahwa aspirasi tersebut bukan bentuk penolakan terhadap evaluasi maupun penegakan hukum.

Sebaliknya, ia berharap pemerintah mampu memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tanpa menghilangkan manfaat yang selama ini telah dirasakan masyarakat. 



Penulis: Fajar/Rls
Editor: Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar