-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Bupati Pacitan Beberkan Kunci Kepemimpinan Adaptif di ISI

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menjadi pemateri Retret Pimpinan ISI Surakarta di Pacitan. (Foto: Acir Hernowo)
GARDAJATIM.COM: Perubahan global yang berlangsung cepat dinilai menuntut lahirnya pemimpin yang mampu beradaptasi dan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. 

Isu itulah yang menjadi fokus pembahasan dalam Retret Pembekalan Penguatan Integritas Kinerja Pimpinan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Tahun 2026 yang digelar di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Rabu (22/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dipercaya menjadi pemateri di hadapan Rektor ISI Surakarta beserta jajaran pimpinan kampus.

Retret itu merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas, kepemimpinan, dan tata kelola kelembagaan di lingkungan perguruan tinggi.

Membawakan materi bertajuk "Kepemimpinan Adaptif dan Strategi Menghadapi Situasi Global", Indrata menegaskan bahwa tantangan masa kini tidak lagi dapat diselesaikan dengan pendekatan yang sama seperti sebelumnya.

Menurut dia, seorang pemimpin harus mampu membaca perubahan sekaligus menggerakkan organisasi menghadapi persoalan yang belum memiliki jawaban pasti.

"Kepemimpinan adaptif berfokus pada membantu organisasi dan masyarakat menghadapi masalah kompleks yang belum memiliki solusi pasti. Pemimpin adaptif membantu orang belajar bagaimana menghadapi masa depan yang belum pasti," ujar Indrata.

Menurut Indrata, derasnya perubahan global membuat organisasi dituntut bergerak lebih lincah tanpa mengabaikan integritas. Karena itu, pemimpin perlu memiliki sejumlah kemampuan penting, antara lain:

1. Beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung cepat.
2. Mendorong inovasi dalam setiap tantangan baru.
3. Membangun kolaborasi yang efektif.
4. Mengambil keputusan secara tepat di tengah situasi yang kompleks.

Ia menilai kemampuan tersebut menjadi fondasi agar organisasi tetap tangguh, relevan, dan mampu menjawab perubahan zaman.

Melalui retret ini, para pimpinan ISI Surakarta diharapkan memperoleh penguatan perspektif mengenai kepemimpinan adaptif yang berpijak pada integritas.

Bekal tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi dan seni di Indonesia yang terus berkembang.


Penulis: Acir Hernowo
Editor: Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar