-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Dam Tempuran Duwet Lolos Verifikasi BPBD Jatim, Rehabilitasi Segera Dimulai

Proses rehabilitasi Dam Tempuran di Dukuh Duwet, Desa Bancar, memasuki tahap verifikasi lapangan oleh BPBD Jawa Timur. (Foto: Muh Nurcholis)
GARDAJATIM.COM: Harapan petani di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, akhirnya mulai menemukan titik terang. Dam Tempuran yang selama ini menjadi penopang irigasi pertanian kini memasuki tahapan penting setelah diverifikasi langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

Verifikasi lapangan yang berlangsung Selasa (14/7/2026) menjadi penentu kesiapan rehabilitasi infrastruktur pascabencana tersebut.

Bagi warga, ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi upaya mengembalikan sumber penghidupan yang sempat terancam akibat kerusakan dam.

Tim BPBD Jawa Timur dipimpin Uudyani bersama verifikator Ajeng, Aulia, dan Jefri. Mereka meninjau langsung kondisi Dam Tempuran untuk memastikan usulan rehabilitasi memenuhi persyaratan teknis dan administratif.

Kunjungan itu didampingi Tim BPBD Kabupaten Ponorogo yang dipimpin Bayu bersama Didik, Erwan, Hikmah, dan Lala. Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono beserta perangkat desa turut menyambut rombongan.

Bayu menjelaskan, usulan rehabilitasi diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena keterbatasan anggaran penanganan pascabencana di APBD Kabupaten Ponorogo.

"Karena keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Ponorogo untuk penanganan pascabencana, kami mengusulkan bantuan ke BPBD Provinsi Jawa Timur," ujar Bayu.

Menurutnya, setiap usulan harus melalui proses verifikasi yang ketat. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kelengkapan administrasi hingga pengecekan kondisi lapangan.

Dari sejumlah usulan yang diajukan BPBD Ponorogo, rehabilitasi dinding penahan tanah Dam Tempuran menjadi salah satu yang dinyatakan memenuhi syarat.

"Alhamdulillah, salah satu yang lolos verifikasi adalah rehabilitasi dinding penahan tanah Dam Tempuran di Dukuh Duwet. Semoga proses pengerjaannya berjalan lancar dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Realisasi pembangunan ini juga mendapat pengawalan dari anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, Miseri Efendy.

Dukungan tersebut dinilai membantu mempercepat perhatian pemerintah provinsi terhadap kebutuhan infrastruktur pascabencana di Desa Bancar.

Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono mengapresiasi BPBD Jawa Timur, BPBD Ponorogo, serta seluruh pihak yang mengawal usulan tersebut hingga memasuki tahap pelaksanaan.

Menurut Agus, keberadaan Dam Tempuran sangat penting karena berkaitan langsung dengan stabilitas lingkungan sekaligus keberlangsungan ekonomi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Manfaat rehabilitasi paling besar akan dirasakan sektor pertanian. Ketua Kelompok Tani Bancaran, Tubari, mengaku lega karena dam tersebut merupakan sumber utama pengairan sawah.

Harapan serupa juga disampaikan para petani seperti Parni, Mustakim, Katiyo, dan Mispan. Mereka berharap rehabilitasi selesai tepat waktu sehingga distribusi air kembali normal menjelang musim tanam berikutnya.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo Masun mengatakan rehabilitasi Dam Tempuran mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Ia berharap pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal kontrak sehingga fungsi irigasi segera kembali optimal dan mampu mendukung produktivitas pertanian warga.

Bagi masyarakat Desa Bancar, rehabilitasi Dam Tempuran bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur ini menjadi penopang aktivitas pertanian sekaligus simbol bangkitnya kawasan yang sebelumnya terdampak bencana.


Penulis: Muh Nurcholis
Editor: Redaksi


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar