Usai Grebeg Suro 2026, EO Bongkar 5 Evaluasi Penting yang Jarang Diketahui Publik
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Galih Rakasiwi, CEO Rakasiwi Production. (Foto: Doc. Gardajatim.com) |
Pria yang memimpin penyelenggaraan event tersebut membagikan lima catatan evaluasi. Mulai dari komunikasi, pengelolaan anggaran, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan volunteer.
Galih mengatakan pengalaman mengelola agenda budaya berskala besar menjadi proses pendewasaan yang tidak bisa diperoleh di ruang kelas.
"Acara ini mengajarkan saya untuk bertemu banyak orang dengan berbagai karakter. Saya juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik dan benar dalam setiap situasi," ujar Galih disela kesibukannya, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut dia, komunikasi menjadi faktor penting dalam menjaga koordinasi antara panitia, mitra kerja, sponsor, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Selain itu, Galih menegaskan pengelolaan keuangan harus dilakukan secara transparan sejak tahap perencanaan. Seluruh pengeluaran, termasuk nominal kecil, harus tercatat secara rinci.
"Keuangan harus dihitung sejak awal dengan jujur. Pengeluaran sekecil apa pun harus masuk dalam perhitungan," katanya.
Galih memperkirakan total biaya penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 mencapai sekitar Rp4 miliar. Adapun pemasukan dari penjualan tiket berada di kisaran Rp600 juta hingga Rp700 juta.
Meski demikian, ia menilai anggapan bahwa penyelenggaraan mengalami kerugian tidak sepenuhnya tepat.
"Sumber pendapatan terbesar memang bukan dari tiket, tetapi dari sponsor. Secara keseluruhan kegiatan ini tetap menghasilkan keuntungan," ujarnya.
Dalam evaluasinya, Galih juga menyoroti proses administrasi yang melibatkan pemerintah daerah.
Ia berharap pencairan anggaran dan proses administrasi pada penyelenggaraan berikutnya dapat berlangsung lebih cepat.
"Kalau koordinasi administrasi bisa dipercepat, termasuk soal penggunaan lokasi acara, persiapan akan jauh lebih maksimal," tuturnya.
Ia juga menjelaskan polemik mengenai kursi penonton bukan disebabkan kurangnya kapasitas. Menurut Galih, panitia telah menyiapkan kursi cadangan sesuai perhitungan.
Persoalan muncul ketika sejumlah rombongan tamu undangan datang di luar jadwal yang telah ditetapkan. Kondisi itu kemudian memunculkan kesalahpahaman yang berkembang menjadi pemberitaan.
Apabila kembali dipercaya menjadi Event Organizer (EO) Grebeg Suro, Galih memastikan akan memperkuat sistem manajemen internal.
"Saya ingin seluruh sistem berada dalam satu komando, mulai dari pengelolaan anggaran sampai koordinasi volunteer. Dengan begitu keputusan bisa diambil lebih cepat dan pelaksanaan acara menjadi lebih efektif," kata Galih.
Lima evaluasi tersebut, menurut Galih, menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Grebeg Suro pada masa mendatang.
Ia berharap festival budaya kebanggaan Ponorogo itu terus berkembang dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
Penulis: Fajar
Editor: Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
