MAN 1 Ponorogo Gelar Mata Muda, MPLS Ramah Anak dengan Komitmen Zero Bullying
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I. (Foto: Doc. Gardajatim.com) |
Melalui program Mata Muda atau Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MPLS), madrasah ini mengusung konsep ramah anak dengan menghapus seluruh bentuk kekerasan maupun perundungan selama kegiatan berlangsung.
Kepala MAN 1 Ponorogo, Dr. Nuurun Nahdiyyah K.Y., M.Pd.I, mengatakan Mata Muda tahun ini disusun dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan masa lalu.
Seluruh rangkaian kegiatan disesuaikan dengan karakter peserta didik yang berasal dari Generasi Alfa.
"Kami memastikan seluruh kegiatan berlangsung ramah anak. Anak-anak harus merasa aman, nyaman secara fisik maupun psikis. Prinsip kami jelas, tidak boleh ada bullying ataupun kekerasan dalam bentuk apa pun," kata Nuurun.
Menurutnya, pendekatan yang bersifat militeristik maupun doktrin tidak lagi relevan diterapkan kepada peserta didik saat ini.
Sebaliknya, siswa perlu didampingi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru melalui pendekatan yang lebih humanis.
Mata Muda berlangsung pada 13 hingga 16 Juli 2026. Selama empat hari, siswa mengikuti berbagai materi pengenalan madrasah, pembentukan karakter, hingga penguatan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.
MAN 1 Ponorogo juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Kesehatan serta Densus 88, untuk memberikan edukasi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti Pawai Ta'aruf mengelilingi kawasan sekitar Desa Cekok. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan lingkungan sosial sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
Nuurun menjelaskan, seluruh rangkaian Mata Muda dirancang melalui tiga tahapan utama, yakni Ta'aruf (saling mengenal), Tafahum (saling memahami), dan Tahabbub (menumbuhkan rasa mencintai).
"Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal sekolah, tetapi juga mencintai proses belajar, guru, teman, lingkungan, dan seluruh aktivitas positif di madrasah," ujarnya.
Selain membangun karakter, MAN 1 Ponorogo juga terus memperkuat kualitas akademik melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Kolaborasi tersebut memberi kesempatan kepada siswa memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui langsung oleh Rektor ITS sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
"Kami juga tetap mempertahankan pagu delapan kelas. Keputusan ini diambil agar kualitas sarana, pembelajaran, dan pembinaan sumber daya manusia tetap terjaga," tutur Nuurun.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen MAN 1 Ponorogo untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aman, nyaman, dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.
Penulis: Fajar
Editor: Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

