-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Matamuda MTsN 2 Ponorogo Tanamkan Karakter Sejak Hari Pertama, Diikuti 11 Kelas Siswa Baru

Peserta didik baru MTsN 2 Ponorogo berkumpul di halaman madrasah usai mengikuti rangkaian kegiatan Matamuda (Masa Ta'aruf Murid Madrasah). (Foto: Dok. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: MTsN 2 Ponorogo menggelar Matamuda (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) pada 13–17 Juli 2026 sebagai agenda pengenalan lingkungan sekolah yang dipadukan dengan pembentukan karakter, penguatan nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, hingga edukasi kesehatan bagi peserta didik baru.

Kepala MTsN 2 Ponorogo, Wilson Arifudin Ashari, S.Pd., mengatakan tahun ajaran 2026/2027 madrasah menerima peserta didik baru yang terbagi dalam 11 kelas VII, termasuk kelas akselerasi. Sementara itu, jenjang kelas VIII dan IX masing-masing terdiri atas 12 kelas.

"Matamuda bukan sekadar kegiatan orientasi. Kami ingin membentuk karakter siswa sejak awal melalui pembiasaan yang akan menjadi budaya di madrasah," ujar Wilson, Kamis, 16 Juli 2026.

Selama Matamuda, siswa dibiasakan mengawali aktivitas dengan mendengarkan Asmaul Husna, doa untuk kedua orang tua, doa belajar, dan Selawat Nariyah sebelum memasuki kelas. Setelah itu, mereka melaksanakan tadarus Al-Qur'an selama 10 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Pembiasaan ibadah juga dilakukan melalui Salat Duha yang dilaksanakan bergiliran berdasarkan jenjang setiap pekan. Adapun Salat Zuhur dan Asar dilaksanakan secara berjamaah oleh seluruh siswa.

Di bidang kedisiplinan, MTsN 2 Ponorogo memiliki keunikan dalam pelaksanaan upacara bendera setiap Senin. Seluruh rangkaian upacara menggunakan empat bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jawa.
Wilson Arifudin Ashari, S.Pd.
Selain itu, setiap Selasa siswa mengikuti program Eco-Theology berupa penanaman pohon dan penghijauan sebagai implementasi kepedulian terhadap lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan.

Madrasah juga memberikan penguatan moderasi beragama agar siswa memiliki pemahaman keagamaan yang baik serta mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman.

Sebagai bagian dari penguatan perlindungan anak, MTsN 2 Ponorogo telah menjalin kerja sama dengan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polri dalam mewujudkan Madrasah Ramah Anak (MRA).

Dalam rangkaian Matamuda, peserta didik juga mendapat edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas, rokok, dan vape.

Menurut Wilson, sosialisasi tersebut penting dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai perilaku berisiko, termasuk potensi penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektrik.

"Kami berharap seluruh pembiasaan yang diberikan selama Matamuda menjadi bekal bagi siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang religius, disiplin, berkarakter, peduli lingkungan, dan mampu menjaga diri dari pengaruh negatif," tutup Wilson.



Penulis: Fajar
Editor: Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar