-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Mengapa Pagu SMPN 1 Sawoo Tak Terpenuhi? Kepala Sekolah Jelaskan Kondisi Sebenarnya

Kepala SMPN 1 Sawoo menjelaskan pagu SPMB 2026 tak terpenuhi akibat turunnya lulusan SD penyangga dan perubahan pilihan masyarakat terhadap sekolah.
Gerbang SMPN 1 Sawoo, Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Pagu Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 1 Sawoo Tahun Ajaran 2026/2027 tidak terpenuhi. Dari kuota maksimal enam rombongan belajar atau sekitar 192 siswa, sekolah hanya menerima sekitar 108–109 peserta didik baru.

Namun, Kepala SMPN 1 Sawoo, Susanto, menegaskan kondisi tersebut tidak dapat dimaknai sebagai penurunan drastis jumlah peminat.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Susanto menjelaskan perolehan siswa baru tahun ini relatif stabil dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 114 siswa.

Menurutnya, perbedaan jumlah tersebut tidak terlalu signifikan dan masih sejalan dengan tren beberapa tahun terakhir.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, sebenarnya jumlah siswa yang kami peroleh masih relatif stabil. Yang menjadi sorotan adalah pagu enam rombongan belajar yang tidak terisi penuh sehingga muncul kesan seolah-olah banyak kursi kosong," ujarnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Dengan jumlah siswa yang diterima, sekolah akan membagi peserta didik ke dalam empat rombongan belajar.

Skema tersebut dinilai lebih efektif dibanding memaksakan pembentukan enam kelas dengan jumlah siswa yang tidak ideal.

Susanto mengungkapkan, pihak sekolah bahkan telah mengusulkan kepada instansi terkait agar jumlah rombongan belajar dalam pagu SPMB dikurangi satu kelas.

Usulan tersebut disampaikan agar kuota yang ditetapkan lebih sesuai dengan kondisi riil jumlah pendaftar setiap tahun.

Menurut dia, tidak terpenuhinya pagu dipengaruhi sejumlah faktor. Selain perubahan preferensi masyarakat yang kini banyak memilih sekolah berbasis agama, pondok pesantren, maupun sekolah di kawasan perkotaan, jumlah lulusan dari sekolah dasar penyangga juga mengalami penurunan.

"Jumlah lulusan dari SD penyangga juga menurun. Itu tentu berpengaruh terhadap jumlah calon siswa yang mendaftar ke SMPN 1 Sawoo," katanya.

Ia menambahkan, tren penurunan jumlah peserta didik tersebut telah terjadi dalam dua hingga tiga tahun terakhir sehingga menjadi perhatian sekolah untuk dievaluasi secara menyeluruh.

Kondisi itu juga berdampak pada aspek pembiayaan dan pengelolaan sumber daya sekolah.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dihitung berdasarkan jumlah peserta didik berpotensi berkurang.

Selain itu, sekolah perlu melakukan penataan beban mengajar guru agar tetap memenuhi ketentuan sertifikasi.

Di tengah kondisi tersebut, Susanto memastikan sekolah terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan orang tua maupun warga akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

"Kami mewadahi setiap aspirasi masyarakat. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan pendidikan di SMPN 1 Sawoo semakin baik," ujarnya.

Ia juga meluruskan isu mengenai uang gedung yang beberapa kali menjadi perbincangan publik.

Menurut Susanto, sistem pembayaran bertahap merupakan kebijakan komite sekolah pada beberapa tahun lalu.

Saat ini mekanisme pembayaran telah kembali menjadi satu kali pembayaran di awal, dengan fasilitas angsuran hingga siswa menyelesaikan pendidikan.

Susanto yang mulai bertugas sebagai Kepala SMPN 1 Sawoo sejak Mei 2026 setelah sebelumnya menjabat di SMPN 4 Sawoo mengatakan masih terus memetakan berbagai persoalan di sekolah.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan strategi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing sekolah negeri di tengah perubahan pola pilihan pendidikan.

"Di sekolah negeri kami juga terhimpit regulasi, sementara layanan pendidikan harus tetap berjalan dengan baik. Karena itu kami akan terus berbenah dan mencari solusi tanpa membebani masyarakat," tutupnya. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar