-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

132 Siswa SD di Ponorogo Dilatih Petugas Rutan, Begini Cara Tanamkan Disiplin Sejak Hari Pertama MPLS

Tiga petugas Rutan Kelas IIB Ponorogo menjadi pemateri MPLS di SDN 1 Brotonegaran. 
GARDAJATIM.COM: Suasana halaman SD Negeri 1 Brotonegaran, Ponorogo, tampak berbeda pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Di tengah barisan rapi para siswa, tiga petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo berdiri sebagai instruktur, mengajarkan disiplin dan semangat kebangsaan kepada ratusan peserta didik.

Sebanyak 132 siswa kelas IV, V, dan VI mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Juli 2026. Kehadiran petugas Rutan menjadi bagian dari kolaborasi pendidikan karakter antara lembaga pemasyarakatan dan sekolah dasar.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi SD Negeri 1 Brotonegaran kepada Kepala Rutan Ponorogo.

Melalui surat tugas, tiga petugas ditunjuk memberikan materi pelatihan baris-berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, serta pembinaan kedisiplinan yang disesuaikan dengan usia siswa sekolah dasar.

Selama pelatihan, para siswa mempraktikkan sikap sempurna, penghormatan, hingga gerakan dasar baris-berbaris.

Mereka juga diajak memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa cinta tanah air.

Materi disampaikan secara interaktif melalui praktik langsung di lapangan. Pendekatan tersebut membuat siswa terlihat aktif dan antusias mengikuti setiap sesi.

Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, M. Agung Nugroho, mengatakan keterlibatan petugas Rutan dalam MPLS merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pendidikan karakter.

"Kami menyambut baik sinergi dengan dunia pendidikan melalui kegiatan MPLS ini. Melalui materi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan pelatihan baris-berbaris, kami berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kuat," ujar Agung.

Menurut Agung, Rutan Ponorogo tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan warga binaan.

Lembaganya juga berkomitmen mendukung program-program sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk pembentukan karakter generasi muda.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa pembinaan karakter dapat dilakukan melalui sinergi berbagai institusi.

Nilai disiplin, nasionalisme, dan tanggung jawab yang dikenalkan sejak usia sekolah dasar diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.



Sumber: Humas
Editor: Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar